JOGJA – Suara riuh dan tawa anak-anak terdengar di Jogja Gallery di kawasan Alun-Alun Utara (Altar) Jogja. Anak-anak terlihat takjub dengan karya seni karya seniman Yusman yang dipamerkan.

Ya, sekitar 300 anak-anak dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) se-Kecamatan Kalasan Sleman mengunjungi pameran patung Rabu (10/1). Selain mengagumi karya Yusman, mereka sekaligus menjadi sasaran pengenalan para pahlawan dan Lambang Negara.

Sang seniman, Yusman, mengaku merasa tersanjung ketika karya-karya patungnya yang sedang dipamerkan di Jogja Gallery bisa mengenalkan pahlawan nasional pada anak-anak. Hal itu juga mengacu pada pengalamannya waktu pameran di Papua tahun lalu.

Saat itu masih terdapat warga Papua yang belum tahu burung Garuda merupakan Lambang Negara Indonesia.

“Di sana ada yang mengatakan lambang negara Indonesia itu burung Cendrawasih, tidak tahu itu salah siapa,” ujar Yusman prihatin.

Di Jogja Gallery, Yusman menampilkan beberapa patung bertema nasionalisme yang terbuat dari perunggu, fiber glass, dan alumnunium itu. Selain patung besar tentang Panglima Besar Jenderal Sudirman yang berada di Alun-Alun Utara Jogja, juga ditampilkan enam patung Presiden Indonesia.

“Mudah-mudahan bisa menjadi sarana pengenalan pahlawan dan Lambang Negara pada anak-anak,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, anak-anak PAUD juga diajak praktek membuat patung secara sederhana menggunakan lilin mainan. Menurut dia, dengan peralatan yang makin modern saat ini bisa dimanfaatkan untuk membangkitkan kreativitas anak. “Sekarang sudah ada cat, pastel dan lainnya, dulu saya kalau menggambar dengan arang,” ungkap Yusman.

Sementara itu, Ketua PAUD Kecamatan Kalasan Fefin Dwi Setyawati menuturkan, sengaja membawa anak-anak didiknya ke Jogja Gallery karena sedang ada pameran bertema nasionalisme. Para anak PAUD diajak untuk belajar tentang nasionalisme dan pengenalan profesi secara langsung, bukan hanya teori. Kegiatan ini sekaligus untuk pengenalan profesi TNI dan Polisi

“Kebetulan semester ini sedang pembelajaran tentang nasionalisme dan pengenalan profesi,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Sub Direktorat Pembinaan Ketertiban dan Penyuluhan Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda DIJ AKBP Sinugwati mengaku sengaja menyasar anak PAUD untuk dikenalkan tentang nasionalisme. “Menanamkan sejak sedini mungkin lebih efektif dari yang besar,” ujarnya.

Selain nasionalisme, pihaknya juga ingin mengenalkan tentang profesi polisi dan tentara. Mereka ingin menghilangkan ketakutan anak-anak pada polisi dan tentara. “Polisi dan tentara itu tidak menakutkan, tapi orang tua kadang menakut-nakuti anak kalau nakal ditangkap polisi,” lanjutnya. (pra/ila/mg1)