SLEMAN – Target operasional New Yogyakarta International Airport (NYIA) pada 2019 tidak menghalangi pembangunan Bandara Adisutjipto Jogjakarta. General Manager Bandara Internasional Adisutjipto Jogjakarta Agus Pandu Purnama mengungkapkan, akan ada pembangunan fasilitas selama satu tahun kedepan.

Diawali dengan pembangunan pedestrian travelator sepanjang 167 meter. Fasilitas ini menghubungkan antara Terminal B menuju Terminal A. Bertujuan memberikan kemudahan bagi penumpang, terlebih jarak kedua terminal mencapai 300 meter.

“Dulu kalau menyeberang tidak ada penaungnya. Penumpang kepanasan dan berjalan cukup jauh untuk menuju Terminal A,” jelasnya, Rabu (10/1).

Alasan utama dibangunnya fasilitas ini adalah parking stand. Pesawat tujuan domestik yang biasa parkir di Terminal B tetap harus droping penumpang ke Terminal A. Salah satu penyebabnya adalah antrean lama di Terminal A.

Pembangunan travelator sendiri diawali dari akhir 2017. Ke depannya PT Angkasa Pura (AP) I akan membangun sejumlah fasilitas lainnya. Termasuk perluasan ruang tunggu Terminal A dari 867 seat menjadi 1.500 seat. Upaya ini berdasar keluhan penumpang atas minimnya ruang tunggu.

Proyeksi ini, menurutnya, tidak tergolong mubazir. Justru peningkatan ini untuk meningkatkan kenyamanan. Terlebih bandara tersebut digolongkan sebagai bandara internasional. Sayangnya dari sisi tampungan justru belum ideal.

Komandan Lanud TNI Adisutjipto Jogjakarta Marsma Novyan Samyoga mendukung pembangunan fasilitas. Menurutnya, peningkatan ini akan berdampak pada kunjungan wisata di Jogjakarta. Menurutnya tren kunjungan ke Jogjakarta terus meningkat setiap tahunnya. (dwi/ila/mg1)