MUNGKID – Kelompok perempuan selalu identik dengan aktifitas rumah tangga semata. Namun pandangan ini berbeda dengan yang dianut Efi Nurul Utami. Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Magelang ini berpandangan, perempuan harus tampil di publik.

Menurutnya, kesempatan ini tidak hanya untukperempuan di kota saja, tetapi juga di desa mendapatkan kesempatan yang sama. Karena itu perempuan perlu dibekali dengan keahlian dan pendidikan yang memadai. “Sebagai bekal untuk aktualisasi diri,” katanya kemarin.

Dikatakannya, ketika diberikan ruang dan kesempatan untuk proses aktualisasi diri, sebenarnya perempuan mampu untuk menjalankan peran dan profesi yang ada di masyarakat.

Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) merupakan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah yang anggotanya terdiri dari kelompok perempuan muda. Kelompok tersebut merupakan potensi besar dan memiliki peran strategis. Yaitu, untuk digerakkan dalam rangka meningkatkan kemampuan serta kompetensi perempuan. “Ketika perempuan dari setiap generasi diberikan ruang untuk partisipasi dalam berbagai bidang kehidupan, maka hal itu merupakan sebuah investasi sumber daya manusia. Yang akan memberikan kontribusi bagi perjalanan sebuah bangsa,” katanya.

Alumnus Universitas Ahmad Dahlan Jogjakarta ini memiliki target tertentu, dalam menjalankan program kerja empat tahun mendatang. Antara lain generasi muda perempuan mampu memiliki keahlian sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.”Sehingga bisa beraktualisasi diri,” jelas perempuan kelahiran Magelang 14 Maret 1983 ini.

Efi Nurul Utami menggantikan Ketua PDNA periode sebelumnya Icuk Salabiyati. Selain Efi, ada delapan formatur terpilih. Yakni, Asma Hawartiyatun, Ari Isrohayati Mile, Ana Sri Rahayu dan Farida Susanti. Kemudian Uswatun Hasanah, Zumrotul Inayah, Husnun Niswah dan Amanah Nurul Khusna. Pelantikan pengurus PDNA Kabupaten Magelang akan dilaksanakan Minggu (14/1). (ady/din/mg1)