GUNUNGKIDUL – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menjadi salah satu kantor tersibuk di Gunungkidul. Demi menjaga kenyamanan, keruwetan birokrasi dipangkas dengan program pelayanan Semedi (sehari mesti jadi).

Kepala Disdukcapil Gunungkidul Eko Subiantoro mengatakan sejak dua hari lalu pihaknya melakukan ujicoba pelayanan terpadu bersama Kecamatan Wonosari. Yakni berupa pelayanan terintegrasi.

“Kepengurusan dokumen kependudukan sehari mesti jadi atau Program Semedi,” kata Eko Subiantoro Rabu (10/1).

Dia mengatakan pelayanan ini bersifat terpadu. Dimana satu permohonan akan mendapatkan tiga hingga empat dokumen sekaligus. Sebagai contoh, permohonan akta kelahiran akan mendapatkan akta lahir, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA) sekaligus dalam satu hari.

“Tetapi karena masih uji coba mohon dimaklumi petugas belum terbiasa. Masing-masing masih menyesuaikan dengan system tersebut,” kata mantan Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Gunungkidul itu.

Dikatakan, tahun ini pemkab juga melakukan ujicoba penerbitan KIA. Kartu itu diterbitkan untuk anak umur antara 0 tahun hingg 17 tahun. Secara teknis umur nol tahun hingga lima tahun tidak menggunakan foto anak. Namun anak di atas 5 tahun sudah disertai foto pemilik identitas.

Salah seorang warga Patuk Purwanto belum lama ini mengurus akta kelahiran anaknya. Dia mengaku sempat bingung lantaran kantornya pindah ke Jalan Kesatrian, Kepek, Wonosari.

“Setahu saya masih di kantor Pemkab Gunungkidul,” kata Purwanto.

Ayah dua anak itu mengatakan beberapa waktu lalu membuat permohonan akta kelahiran. Dia bolak balik dari Kantor Kecamatan Patuk ke Wonosari lantaran ada kesalahan penulisan dalam surat permohonan.

“Ketika tiba di kantor Disdukcapil lagi, ternyata antrean sudah panjang,” kata Purwanto.

Karena datang belakangan, dia harus bersabar menunggu panggilan. Dan benar, pelayanan kepengurusan akta memang cepat.

Ruang tunggu juga nyaman sehingga panjangnya antrean bisa dilupakan. “Alhamdulillah akta kelahiran anak saya sudah jadi,” kata Purwanto. (gun/iwa/mg1)