GUNUNGKIDUL- Gubernur DIJ Hamengku Buwono X meresmikan pembangunan jalan dan Jembatan Lemah Abang Rabu (10/1). Bersamaan dengan itu, gubernur secara resmi mengganti nama Jembatan Lemah Abang. Kini nama jembatan yang menghubungkan Dusun Lemah Abang, Gayamharjo, Prambanan, Sleman dengan Dusun Gembyong, Ngoro-Oro, Patuk, Gunungkidul telah berganti.

Namanya menjadi Jembatan Sembada-Handayani. “Sembada-Handayani nek makanan paling jos. Ora ana meneh (kalau makanan paling jos. Tidak ada lagi yang lain, Red),” kata HB X di Balai Desa Ngoro-Oro, Patuk, Gunungkidul.

Di depan Bupati Gunungkidul Badingah, Bupati Sleman Sri Purnomo, dan jajaran pejabat Pemprov DIJ, gubernur mengaku bahagia dengan selesainya pembangunan jalan dan jembatan tersebut.

Dia mengungkapkan, gagasan membangun jalan dan jembatan yang menghubungkan Sleman (arah barat) dan Gunungkidul (timur) telah berlangsung beberapa tahun silam. “Ini seperti meraih mimpi tiga tahun lalu,” kata raja Keraton Jogja ini.

Sejak lama dia ingin membuka isolasi jalan ke beberapa objek wisata yang punya sejarah panjang. Jembatan Sembada-Handayani itu menghubungkan ruas jalan di Prambanan, Sleman hingga Gading, Gunungkidul.

Di sepanjang ruas jalan tersebut bertebaran banyak objek wisata bersejarah. Di antaranya, Candi Boko, Candi Ijo, dan Tebing Breksi di Sleman. Serta Gunung Api Purba Nglanggeran di Patuk, Gunungkidul.

Selain Jembatan Sembada-Handayani, ada satu lagi jembatan yang siap dibangun pemprov. Yakni Jembatan Nguwot yang menghubungkan Desa Ngalang, Gedangsari dan Desa Gading, Playen. Semuanya berada di Gunungkidul.

Seselanjutnya semua ruas jalan menuju Prambanan, Sleman hingga Gading, Gunungkidul akan dilebarkan. Gubernur meminta para lurah desa yang wilayahnya dilewati ruas jalan tersebut membantu mengomunikasikan dengan warga yang lahannya dibebaskan.

Dengan pembangunan infastruktur Prambanan-Gading itu, HB X ingin masyarakat yang hendak berwisata tidak perlu melewati ruas Jalan Patuk-Piyungan dan Kota Jogja. Dengan begitu beban ruas jalan itu berkurang.

“Kami juga sedang membangun outer ring road. Jogja ada ring road dan nantinya ada juga outer ring road,” jelas HB X.

Outer ring road menghubungan ruas jalan di Tempel-Prambanan (Sleman) menuju Piyungan-Palbapang (Bantul), hingga Sentolo (Kulonprogo).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUP dan ESDM DIJ M.Mansur mengungkapkan, panjang jalan menuju lokasi Jembatan Sembada-Handayani sejauh 3 Km. Rinciannya, jalan pendekat Gayamharjo-Lemah Abang 1 kilometer dan jalan pendekat Lemah Abang-Ngoro-Oro 2 kilometer.

“Bentang jembatan 90 meter dan lebar 9 meter,” jelas Mansur. Pembangunan jembatan menelan anggaran Rp 61,3 miliar. Sumber anggarannya dari dana keistimewaan (danais) DIJ.

Besarnya biaya pembangunan antara lain digunakan mengepras perbukitan yang curam dengan kedalaman antara 15 meter-30 meter. “Jembatan ini bermanfaat untuk interkoneksi beberapa wilayah,” ungkapnya.

Bupati Gunungkidul Badingah mengucapkan terima kasih dengan perhatian gubernur. “Daerah kami tidak lagi terisolasi,” ucap Badingah. Senada, Bupati Sleman Sri Purnomo meyakini Gayamharjo, Prambanan dan Patuk, Gunungkidul merupakan daerah yang menyimpan potensi besar untuk dikembangkan.

“Terbukti Tebing Breksi baru saja mendapatkan penghargaan sebagai tujuan wisata baru terpopuler pertama nasional,” katanya.

Usai menandatangani prasasti, HB X didampingi Badingah, Sri Purnomo, dan Anggota Tim Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan DIJ Rani Sjamsinarsi serta Sekprov DIJ Gatot Saptadi meninjau ke lokasi jembatan. Jaraknya 3 kilometer dari Balai Desa Ngoro-Oro. Di lapangan gubernur sempat berdialog dan menanyakan sejumlah hal.

Bersama rombongan, HB X kemudian melanjutkan peninjauan ke beberapa ruas jalan yang menghubungan dengan kawasan Candi Ijo dan Tebing Breksi Prambanan, Sleman. (gun/kus/yog/mg1)