Tak berbeda dengan USD, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) juga menjadi salah satu kampus pilihan untuk program Darmasiswa. UAJY mulai aktif menjalankan program ini sejak tahun 2009. Mahasiswa asing yang lolos dalam seleksi akan belajar bahasa Indonesia dan kebudayaan selama satu tahun penuh.

Wakil Kepala Kerjasama dan Promosi UAJY Lucia Dwi Rini Harjanti mengatakan, sebagai kampus yang ditunjuk pemerintah, pihaknya selalu menjalankan program ini dengan maksimal dan mengajarkan mahasiswa asing dengan sepenuh hati.

“Sasarannya harus tepat. Mereka bisa lancar berbahasa Indonesia dan mengerti tentang kebudayaan di sini. Kami mempunyai kantor pelatihan bahasa dan budaya yang dijadikan tempat belajar mereka. Tingkatan belajarnya juga kami sesuaikan dengan kemampuan,” jelas Rini saat ditemui di kantornya, Selasa (9/1).

Menurutnya, tidak semua mahasiswa yang lolos seleksi sudah fasih berbahasa Indonesia. Ada tiga tingkatan untuk membedakan kelas belajarnya, yaitu untuk pemula, menengah, dan mahir. Mereka juga melewati ujian bahasa Indonesia setiap semesternya seperti mahasiswa regular di UAJY.

Kemudian untuk pelatihan terkait seni dan budaya, mereka ditawarkan beberapa pilihan kursus seperti membuat hiasan janur, membatik, menari, bermain alat musik, dan mengikuti upacara tradisional di desa-desa. “Satu tahun belakangan ini kami fokus membuat hiasan janur dan mengikuti merti dusun di salah satu desa binaan kami,” ungkapnya.

Tak sampai di situ, mahasiswa asing juga diberikan kesempatan menjadi pembicara dalam beberapa workshop dengan menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk melatih kepercayaan diri dalam berkomunikasi, sekaligus dapat bertukar ilmu dari negara asal mereka kepada mahasiswa UAJY.

Seluruh biaya hidup dan perkuliahan mahasiswa asing dalam Darmasiswa ini ditanggung Kemendikbud. Pihak universitas hanya menjadi media belajar sekaligus mengurus anggaran itu setiap bulannya, termasuk mencarikan tempat tinggal.

Salah seorang mahasiswi asal Rusia Nikita Serdiuk mengaku selama belajar di UAJY sangat terbantu dalam meningkatkan kemampuan bahasanya. “Selain makin bisa berbahasa Indonesia, dosen-dosen UAJY juga luar biasa dalam membantu saya belajar budaya Indonesia yang sangat unik dan beragam. Saya enjoy dan menikmati mengikuti program Darmasiswa di sini,” ujarnya. (ita/laz/mg1)