SLEMAN – Jajaran Polres Sleman berhasil membongkar jaringan pengedar narkotika jenis sabu. Penangkapkan dilakukan di wilayah Magelang pada 29 Desember 2017. Upaya ini merupakan jemput bola memutus mata rantai peredaran sabu di wilayah hukum Jogjakarta.

Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Tony Priyanto mengungkapkan, penangkapan berhasil menyita 16,77 gram sabu. Seluruhnya sudah terpisah dalam tujuh paket kecil bersama satu buah handphone dan timbangan kecil. Tersangka adalah Agung Prabowo, 41, asal Mertoyudan Magelang.

“Tersangka biasa dipanggil Paing, tergolong sebagai pemain lama. Baru bebas satu bulan dari penjara tapi langsung beraksi lagi, bahkan bertindak sebagai pengedar,” ujarnya saat rilis di Mapolres Sleman, Rabu (10/1).

Tony mengungkapkan, modus penyebaran awal di kawasan Magelang. Melalui beberapa penelusuran juga menyasar Jogjakarta. Peredaran lintas wilayah inilah yang kerap menjadi perhatian jajaran Polres Sleman.

DIJ, menurut Tony, kerap menjadi persinggahan pengedar kecil. Penjualan narkotika dilakukan dalam paket kecil. Sementara paket-paket dalam jumlah besar justru berada di luar Jogjakarta. Magelang menjadi salah satu wilayah pemasok rutin ke DIJ.

“Kebanyakan yang masuk dari Jogjakarta memang dari wilayah Jawa Tengah. Sehingga kami jemput bola ke sana dengan menyasar pengedarnya langsung,” jelasnya.

Tersangka Agung mengaku menjual paket dalam eceran. Setiap mendapatkan paket jumlah besar dibagi dalam bungkus kecil. Setiap satu gram sabu dia jual dengan harga Rp 1,050 juta. Mengenai sistem penjualan Agung menerapkan pembelian putus.

“Pesan langsung dari pengedar dan diarahkan ke alamat. Ambil barangnya di sana setelah dipandu alamatnya,” ujar pria berusia 41 tahun ini.

Mengenai sumber utama sabu, Agung mengaku mendapatkan dari kawasan Pekalongan. Hanya, dia tidak pernah bertemu dengan penjualnya langsung. Dia mengaku sudah dua kali terjerat kasus yang sama. Bahkan dua kali pula dirinya terjerumus dalam jeruji besi di Magelang. Hanya saja pengalaman buruk ini tidak membuatnya jera. Dalam pertobatan ini pula Agung bertemu dengan residivis narkoba lainnya.

“Kasus sama jualan sabu, setelah keluar baru sebulan ini berjualan sabu. Ada kenalan juga di dalam lapas sesama tahanan, tapi belum pernah transaksi,” kilahnya.

Atas kasusnya ini Agung dijerat dengan Pasal 112 dan 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman sebagai pengedar maksimal 12 tahun dengan denda maksimal Rp 8 miliar.

Dalam rilis kali ini Polres Sleman juga membongkar penyalahgunaan narkotika jenis sabu lainnya. Penangkapan AH alias Gombal, 33, di Wedomartani, Ngemplak, penangkapan AM alias Krentil, 29 dan AS,28, di Jogonalan Klaten, Jawa Tengah. (dwi/ila/mg1)