JOGJA – Pengurus Asosiasi Kota (Askot) PSSI Jogja mulai menyosialisasikan gelaran Piala Wali Kota Jogja 2018 yang dilaksanakan berkat kerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Jogja. Sosialisasi diberikan kepada anggota perkumpulan yang nantinya menjadi peserta di Pendopo Monumen PSSI Baciro, beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebutdisepakati adanya regulasi yang membolehkan tigapemain senior untuk ambil bagian. Sebelumnya, turnamen tersebuthanya bisa diikuti pemain dengan usia maksimal 21 tahun. “Prioritastetap pemain muda usia 21 tahun. Karena ini proyek jangkapanjang menuju Porda 2019,” ungkap Ketua UmumAskot PSSI Jogja HM Irham.

Dibolehkannya tiga pemain senior diusulkan sejumlah anggota perkumpulan dan disepakati untuk memberi kesempatanpemain senior berpartisipasi. Yakni untuk menjadi pembimbing bagi pemain muda. Di samping keterbatasanpemain muda yang dimiliki anggota perkumpulan. “Sehingga tetapmemberi kesempatan pemain senior tampil. Apalagi ini jadi pemanasansebelum kompetisi bergulir setelah beberapa tahun vakum,” tuturnya.

Regulasi lainnya yakni seluruh pemain yang didaftarkan harus beridentitas dan domisili Kota Jogja. Hal itu dibuktikan dengan KTP atau tanda pengenal lainya. “Meskinantinya kami akan melakukan seleksipemain untuk tim Jogja, sebagai persiapanmenghadapi Porda DIJ 2019,” imbuhnya.

Plt Kepala Dispora Jogja, Anggoro Sulistyo mengatakan, PialaWali Kota Jogja 2018 digelar dalam rangka menggelorakan sepak bolaKota Jogja yang sudah lama vakum. Selain itu, event menjadi persiapanawal sebelum Porda 2019.

“Even ini merupakan amanah dari Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti. Beliau menginginkan digelorakanyakembali sepak bola Kota Jogja yang beberapa tahun sempat tertidur,” katanya. (riz/din/mg1)