JOGJA – Anggota Fraksi PKB DPR RI Dapil DIJ Agus Sulistiyono, SE, MT mendukung proses pembangunan bandara baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA). Menurutnya, program bandara baru ini merupakan langkah konkret dari percepatan pembagunan yang menjadi visi pemerintah.

“Saya mendukung sepenuhnya, sebab pembangunan Bandara di wilayah Kulonprogo selain membangun konektivitas di Jogja, juga sebagai salah satu destinasi wisata berskala nasional dan internasional,” katanya kemarin.

Agus menjelaskan, pembangunan bandara internasional di Kulonprogo merupakan titah dan sabda leluhur. Seperti yang diungkapkan Jokowi saat pada saat groundbreaking, 23 Januari 2017 silam.

Sesok ning tlatah Temon kene bakal ono wong dodolan camcau nang awang-awang lan bakal dadi susuhe kinjeng wesi,” katanya mengulang pernyataan Jokowi.

Selain mendukung program percepatan pembangunan, Ketua DPW PKB DIJ ini juga mendukung usulan nama Bandara di Kulonprogo dengan sebutan “Bandara Internasional Sultan Agung” dibandingkan NYIA. Dia menyatakan, usulan pemberian nama Bandara Internasional Sultan Agung (Sultan Agung International Airport) ini diinisiasi oleh oleh sejumlah tokoh-tokoh muda Kulonprogo.

“Ini usulan keren lho. Patut berbangga hati jika nama Raja (Sultan Agung) diabadikan sebagai nama bandara. Dedikasi Sultan Agung terhadap kemerdekaan Republik Indonesia tidak bisa diremehkan, beliau itu sosok yang sangat mendalami ilmu agama, selain sebagai ulama dan umara’ (tokoh pemerintahan saat itu), Sultan Agung juga pahlawan nasional, cendekiawan yang ahli dalam berbagai disiplin keilmuan, seperti pertanian, perdagangan dll,” tuturnya.

Lebih jauh lagi, Agus menyatakan, selain sebagai identitas sosial dari Keistimewaan DIJ, pembangunan bandara ini harus menjadi bagian dari edukasi kebudayaan dan sejarah nasional. Sama seperti deretan nama bandara di Indonesia yang sudah ada, seperti Soekarno Hatta, Halim Perdana Kusuma di Jakarta, Juanda di Surabaya, I Gusti Ngurah Rai di Pulau Dewata dan masih banyak lagi lainnya.

“Mereka semua itu kan deretan nama pahlawan nasional dan pejuang kemerdekaan RI, yang tidak perlu lagi diragukan komitmen kebangsaannya, tidak diragukan lagi loyalitas dan dedikasinya,” katanya. (sce/met/ila)