BANTUL – Aktivitas menyusuri konservasi hutan Mangrove belakangan ini mandek. Kondisi itu disebabkan laguna di kawasan Pengklik Pantai Samas mengalami pendangkalan. Saking dangkalnya, perahu jungkung yang biasa mengangkut rombongan wisatawan untuk menyusuri kawasan konservasi hutan Mangrove ini sering kandas.

“Karena volume pasirnya bertambah,” jelas seorang pemilik perahu jungkung Mugari, Selasa (9/1).

Pria yang sehari-hari juga berprofesi sebagai nelayan ini menengarai bertambahnya volume pasir ini dampak bencana banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Bantul akhir November tahun lalu. Maklum, laguna yang terletak di Desa Srigading, Sanden ini merupakan hilir Sungai Opak. Selain volume pasir, pendangkalan diperparah dengan banyaknya ranting dan dahan pepohonan yang tersangkut di laguna.

“Saat air surut ada gundukan di tengah laguna. Terlihat seperti pulau-pulau kecil,” ucapnya.

Praktis kondisi ini memicu sejumlah pemilik perahu jungkung menganggur. Menurutnya, perahu jungkung ini biasanya mengangkut rombongan wisatawan. Dengan rute dari kawasan Penglik Pantai Samas menuju kawasan konservasi hutan Mangrove yang terletak di Tirtohargo, Kretek. Sekali jalan, wisatawan dipungut biaya Rp 10 ribu. “Akhirnya sekarang nggak dapat pendapatan,” keluhnya.

Parahnya lagi, kata Mugari, tingkat kunjungan di kawasan Pengklik Pantai Samas ikut sepi. Walaupun di kawasan ini juga menjual aneka ragam kuliner sea food. “Ada warung apung di sini,” katanya.

Terpisah, Anggota Divisi Konservasi Kelompok Pemuda Pemudi Baros (KP2B) Dwi Ratmanto mengeluhkan hal senada. Dia mengakui tingkat kunjungan di kawasan konservasi menurun drastis. Sebab, kawasan Pengklik Pantai Samas merupakan satu-satunya akses menuju hutan Mangrove. “Susur laguna dan hutan Mangrove satu paket wisata,” ujarnya.

Kalau pun susur laguna kembali melayani wisatawan, Dwi mengaku hanya saat waktu tertentu. Persisnya mendekati bulan purnama atau tanggal 15 berdasar kalender Jawa. Biasanya, kondisi air laut kembali pasang.

Kendati begitu, Dwi tetap berupaya mengangkat tingkat kunjungan wisatawan. Salah satu caranya dengan menawarkan paket baru susur laguna. Dengan paket baru ini, wisatawan bakal menyusuri laguna dari kawasan hutan Mangrove. (zam/ila/mg1)