KULONPROGO – Talud halaman SD Kanisius Pelemdukuh, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo yang amblas akibat longsor belum tertangani. Pihak sekolah merasa khawatir hal itu membahayakan murid-muridnya.

Tubir talud yang longsor itu dulunya pagar tembok untuk pengaman. Kini diganti bambu. Kami hanya bisa mengimbau anak-anak tidak bermain di sana,” kata Kepala SD Kanisius Pelemdukuh Fransisca Suminem kemarin (9/1).

Menurut dia, pasca-bencana pihaknya mengirim surat kep yayasan dan Dinas Pendidikan Kulonprogo. Namun perbaikan talud belum bisa dilakukan karena menunggu perencanaan anggaran tahunan pemerintah.

“Panjangnya masih sama. Talud yang hancur seluas 75 meter kali sembilan meter. Bencana ini kedua setelah dulu pernah terjadi. Tapi tidak sebesar ini,” ujar Fransisca Suminem.

Risiko lain, jika penanganan tidak segera dilakukan, halaman sekolah bias ikut amblas. “Akan terkikis habis. Padahal halaman biasa untuk upacara, bermain dan berolahraga,” kata Fransisca Suminem.

Nur Iman, Siswa Kelas IV SD Kanisius Pelemdukuh mengatakan dia takut terjadi longsor susulan. “Itu halaman sekolahnya juga nanti habis, padahal buat pramuka, senam, main bola, dan bulu tangkis,” kata Nur. (tom/iwa/mg1)