SLEMAN – Catatan buruk mengawali dunia wisata di Kabupaten Sleman. Salah satu penumpang volcano tour wisata, Fatun Hikmah, akhirnya meninggal dunia, Senin (8/1). Perempuan berusia 50, asal Pati Jawa Tengah tersebut awalnya dirawat di Rumah Sakit Panti Nugroho akibat gegar otak.

Korban meninggal, telah dibawa oleh pihak keluarga ke Pati Jawa Tengah. Adapula korban lainnya Nail Huga, 15, asal Sawah Besar Semarang mengalami patah tangan kiri.

Awal kejadian korban bersama lima wisatawan lainnya menikmati wisata volcano tour. Kendaraan wisata jenis Jeep Willis nopol AD 8653 V terlibat kecelakaan dengan bus Pariwisata nopol H 1427 GG. Tepatnya di kawasan jalan kaliurang KM 20, Pakembinabgun Pakem.

BACA:Jeep Willys Senggol Bus Wisata, 2 Luka Parah

Detail kecelakaan berawal saat mobil jeep mencoba menyalip. Sementara bus yang dikendarai oleh Adhi Nurcahyo, 61, baru saja keluar dari arah Museum Gunungapi Merapi. Jeep datang dari arah utara akhirnya menabrak badan bus sisi kiri.

“Mau menyalip ada kendaraan roda dua didepannya, sehingga jeep banting stir ke kanan. Mengenai badan bus tepatnya bagian mesin. Akhirnya penumpang terlempar dari jeep,” jelas Kasatlantas Polres Sleman AKP Faisal Pratama, Senin (8/1).

Penyelidikan awal, supir jeep Joko Santoso, 18, ternyata tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Ditambah lagi hingga saat ini Polres Sleman belum menerima Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Padahal keberadaan surat tersebut penting sebagai bukti keabsahaan kendaraan.

Dari hasil awal, Faisal menyayangkan kebijakan pengelola jeep wisata. Sebab pengemudi tanpa SIM diperbolehkan membawa kendaraan. Padahal wujud pelayanan wisata mewajibkan standar kualifikasi sumber daya manusianya. “Usia 18 kan harusnya sudah bisa membuat SIM. Untuk saat ini masih kami sisir secara mendalam. Apakah benar-benar human error atau ada faktor dari kendaraannya. Akan ada tindakan tegas dari kami,” ujarnya.

Jajaran Polres Sleman telah melakukan pertemuan awal dengan Pemkab Sleman. Salah satunya guna membahas detail standarisasi kendaraan wisata. Terlebih kasus yang menimpa wisata volcano tour bukan kali pertama.

“Tidak ada pembiaran baik dari pihak Kepolisian maupun Pemkab Sleman. Harusnya ada batas penumpang, kendaraan jenis itu (Jeep Willis, Red) nyamannya empat penumpang sudah dengan sopir. Itu kan dipaksakan sampai enam penumpang plus sopir,” tegasnya. (dwi/din/mg1)