KULONPROGO – PT Angkasa Pura I (AP I) melanjutkan pengosongan lahan bandara di Dusun Kragon II, Desa Palihan, Kecamatan Temon Senin (8/1). Diwarnai protes warga penolak, aktivis, dan relawan penolak bandara.

Pimpinan Proyek New Yogyakarta International Airport (NYIA) Sujiastono mengatakan pengosongan kali ini dilakukan terhadap 31 penetapan dan 35 bidang lahan NYIA di Temon. Pihaknya hanya merobohkan tanaman dan rumah warga yang tidak lagi dihuni.

Rumah yang masih ada penghuninya tak dirobohkan. Sementara untuk menghadapi mahasiswa dia memilih tidak banyak berkomentar.

“Kami hanya merobohkan pohon dan rumah yang tidak dihuni. Harapan kami mereka yang masih di sana bisa meninggalkan dengan kesadaran sendiri,” kata Sujiastono.

Sementara untuk menghadapi mahasiswa, dia hanya menjalankan prosedur yang berlaku. “Dalam UU dan aturan yang mengikutinya, tidak mengatur bagaimana ketugasan kami menghadapi mahasiswa,” kata Sujiastono.

Kepala Bagian Operasional Polres Kulonprogo Komisaris Polisi Sudarmawan mengatakan pihaknya menjalankan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan. Di antaranya tidak membalas aktivis atau warga yang berteriak.

“Anggota baru boleh melakukan tindakan jika ada yang mulai menghalangi kerja alat berat. Termasuk melakukan pelanggaran pidana seperti melempar atau memukul aparat,” kata Sudarmawan.

Salah seorang aktivis penolak NYIA Tri Wahyu mengatakan apa yang dilakukan polisi sudah termasuk kekerasan kepada sipil. Polisi seharusnya mengayomi masyarakat. (tom/iwa/mg1)