GUNUNGKIDUL – Karang Taruna di Gunungkidul diajak cerdas membaca peluang usaha. Hal itu sejalan dengan alokasi dana desa (ADD) yang digelontorkan setiap tahun.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul Irfan Ratnadi mengenai pengembangan generasi muda melalui wadah karang taruna Senin(8/1).

“Selama ini disediakan anggaran melalui ADD. Namun pemanfaatannya masih monoton yakni pada kegiatan spontanitas,” kata Irfan.

Padahal karang taruna merupakan organisasi sosial generasi muda yang tumbuh atas dasar kesadaran generasi muda. “Muaranya bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Plafon dana melalui APBD kemudian diturunkan dalam ADD hendaknya dimanfaatkan dengan baik. Selama ini serapan anggaran karang taruna lebih banyak untuk kegiatan spontan.

Dia berharap generasi muda cerdas dan kreatif membangun daerah. Iklim positif potensi wisata yang selama ini tengah membaik bisa menjadi contoh dan referensi untuk dikembangkan.

Kades Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kadri mengakui, ADD ada pos untuk karang taruna. “Dana tersebut masuk ke karang taruna desa,” kata Kadri.

Usulan pemanfaatan anggaran bersifat seragam. Bahkan tahun ini belum ada pengajuan penggunaan dana tersebut.

“Kami meminta karang taruna menampung setiap usulan dari sub karang taruna padukuhan. Wilayah kami ada 14 sub karang taruna,” terang Kadri.

Sekcam Nglipar Agus Mantara mengatakan anggaran karang taruna masih minim. “Menggerakkan karang taruna dengan anggaran Rp 5 juta itu sampai mana?” tanya Agus.

Soal kemampuan, Agus menjamin anggota karang taruna sudah teruji. Lowongan perangkat desa selama ini diambil anggota karang taruna karena kemampuan SDM-nya mumpuni.

“Kami bersyukur ada materi ilmu teknologi dalam rekrutmen perangkat desa sehingga anggota karang taruna mendominasi,” ungkapnya. (gun/iwa/mg1)