PURWOREJO – Pengelolaan Alun-Alun Purworejo akan dilakukan secara khusus oleh unit pelaksana teknis (UPT). Rencana ini digulirkan Sekda Said Romadhon di mana pelaksana teknis akan berada dalam koordinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Purworejo.

Hal itu diungkapkan Sekda Said Romadhon saat ditemui di ruangannya, Senin (8/1). Hanya saja, keberadaan UPT belum bisa diputuskan segera mengingat masih menunggu proses penilaian dan persetujuan dari pemprov. “Jadi kita tinggal menunggu waktu saja untuk dibentuk UPT Alun-Alun,” kata Said.

Diungkapkan, rencana adanya UPT itu memang harus diperjuangkan mengingat ada sejumlah UPT yang dihapus bersamaan pelantikan sejumlah pejabat beberapa waktu lalu. Adapun UPT yang dihapuskan yakni UPT Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) dan UPT Keluarga Berencana (KB) yang masing-masing berada di 16 kecamatan.

Selain UPT Pendidikan dan UPT Keluarga Berencana, ada UPT Sumber Daya Air (SDA) yang terdapat 5 unit serta UPT Farmasi 1 unit. Sebanyak 84 pejabat yang menempati UPT itu pun disalurkan ke sejumlah instansi. Termasuk 4 pengawas dan 8 penyuluh lapangan keluarga berencana (PLKB).

“Adanya UPT Alun-Alun ini memang cukup penting karena memang dibutuhkan pengelolaan yang ekstra. Rencananya tidak hanya Alun-Alun di Purworejo, yang ada di Kutoarjo pun akan ada dalam satu tanggung jawab,” tambahnya.

Meskipun pekerjaan Alun-Alun yang dilakukan pihak ketiga belum rampung dan diputus kontrak, praktis tidak ada proses perawatan seperti halnya kegiatan lain. Dalam hal ini, pemkab mengambil alih pemeliharaan agar salah satu fasilitas publik itu bisa difungsikan oleh masyarakat dan aman.

“Sesuai komitmen yang disampaikan Pak Bupati, kami akan tetap
menyelesaikannya. Beberapa langkah telah ditempuh dan semoga semua
bisa sesuai rencana,” tegas Said. (udi/laz/mg1)