GUNUNGKIDUL – Saat ini Gunungkidul memasuki masa transisi penanganan pasca-bencana akibat Siklon Cempaka. Pemkab mengusulkan perbaikan ratusan rumah rusak ke Pusat.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Sutaryono mengatakan ada ratusan rumah rusak. Kriterianya, 150 rumah rusak berat, 94 rusak sedang, dan 158 rusak ringan.

“Dana perbaikannya kami usulkan ke Pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),” kata Sutaryono Senin (8/1).

Pada tahap rehabilitasi, pemerintah membantu perbaikan rumah. Bantuan berupa semen, kalsiboard, dan asbes.

Bantuan tersebut diharapkan bisa untuk membangun rumah hunian sementara. Untuk pembangunan rumah hunian tetap (huntap) akan dimulai Maret 2018.

“Kami pastikan korban bencana sudah tidak ada yang mengungsi. Semua telah menempati rumah hunian sementara,” kata Sutaryono.

Dari 402 rumah yang rusak, sebagian penghuninya akan direlokasi. Terdapat 80 Kepala Keluarga (KK) diajukan untuk relokasi karena ada di tanah rawan bencana.

“Mereka semula tinggal di Kecamatan Gedangsari, dan Nglipar. Lokasi relokasi di tanah kas desa, atau Sultan Ground (SG), maupun tanah mandiri,” kata Sutaryono.

Kepala Dinas Pekerjaaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul Eddy Praptono mengatakan banjir merusak tiga jembatan. Yakni jembatan gantung Jeruklegi, jembatan gantung Jelok, dan jembatan gantung Wonolagi.

“Kami sudah mengajukan dana ke Pusat dalam proses pemulihan. Namun belum disetujui karena menunggu persetujuan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono,” kata Eddy.

Namun untuk jembatan Bonjing Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo sudah diperbaiki oleh Satuan Kerja Pemkab. Pengerjaan mencapai 60 persen, diharapkan selesai sesuai target.

Kepala Padukuhan Gelaran I, Bejiharjo, Karangmojo Husin Pamungkas mengatakan jembatan darurat sudah memasuki tahap finising. Panjang bentangan 50 meter dan lebar empat meter.

“Targetnya minggu depan sudah dapat dilintasi pejalan kaki. Awal Februari diuji dilewati kendaraan roda dua dan roda empat,” kata Husin. (gun/iwa/mg1)