KULONPROGO – Sepuluh kecamatan di Kulonprogo akan dikembangkan menjadi kawasan perkotaan. Hal tersebut berkaitan dengan percepatan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Pengembangan kawasan perkotaan tersebut dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Yakni Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Perkotaan.

Sepuluh Kecamatan tersebut, Wates (3.298,3 hektare), Panjatan (365,84 hektare), Brosot (231,38 hektare), dan Lendah (298,9 hektare). Sedangkan Sentolo seluas 300,12 hektare, Nanggulan (646,1 hektare), Girimulyo (256 hektare), Samigaluh (660,78 hektare), Kalibawang (287,52 hektare) dan Kokap (269,17 hektare).

“Saya berharap penyusunan RDTR bisa masuk satu bab yang dibahas sekaligus. Apabila dibahas satu per satu memakan waktu lama. Kebutuhan Perda RDTR sudah mendesak,” kata Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo.

Sebelumnya, Wakil Ketua I DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono mengatakan merespons dinamika bandara, Kulonprogo sudah saatnya punya hotel berbintang.

Banyak warga dari luar daerah yang akan datang ke Kulonprogo. Mereka sulit mengakses tempat menginap yang representative, hotel berbintang.

“Belum ada hotel yang layak. Hal ini bisa menjadi kendala pembangunan ke depan. Mereka harus mendapat pelayanan terbaik. Termasuk tempat nyaman untuk menginap,” ungkap Ponimin.

Dia berharap pemkab mendorong masyarakat dan investor membangun hotel berbintang. Salah satu yang perlu dipikirkan yakni Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Selama ini belum memberikan ruang untuk pembangunan hotel berbintang. Serta fasilitas pendukung lain yang menjadi kebutuhan pendatang.

“Saat ini banyak orang luar datang ke Kulonprogo. Baik berwisata maupun untuk keperluan lainnya. Namun mereka menginap di Kota Jogja. Tidak ada hotel layak bagi mereka,” kata Ponimin.

Hotel berbintang menjadi sarana mempromosikan potensi daerah. Orang yang pernah datang dan tinggal di Kulonprogo pasti akan memberi informasi kepada orang lain.

“Kalau yang diinformasikan mengenai hal yang baik, tentu yang lain juga ingin ke Kulonprogo. Itu peluang Kulonprogo mengembangkan pariwisata dan potensi-potensi lain yang dimiliki,” kata Ponimin. (tom/iwa/mg1)