PURWOREJO – Sedikitnya 52 rumah di tiga desa di Kecamatan Grabag terendam air selama dua hari (6-7/1) terakhir. Warga tidak bisa berbuat banyak dan tetap memilih berada di kediamannya.

Ke-52 rumah itu terdiri atas 35 rumah di Desa Munggangsari, 10 rumah di Desa Pasarnamon, dan 7 rumah di Desa Kertojayan. Luapan itu muncul dari Sungai Lereng atau pasca terjadi hujan deras selama tiga jam.

“Luapan yang menggenangi rumah-rumah warga ini sudah dua hari. Tapi di beberapa tempat lain yang agak rendah sebenarnya sudah muncul awal Desember lalu,” kata Wariso, 56, warga RT 1 RW 2 Desa Munggangsari.

Ia mengatakan desanya selama ini menjadi langganan genangan. Tidak saja menganggu aktivitas warga, genangan juga membuat tanaman yang dikembangkan warga mengalami kerusakan.

“Kalau hujan cukup lama sekitar tiga jam saja dipastikan akan muncul genangan. Untuk surut, waktunya lebih panjang, sekitar tujuh jam,” tambahnya.

Warga meminta ada tindakan cepat dari pemerintah daerah. Setidaknya da pembuatan drainase yang bisa mengalirkan air ke tempat pembuangan.
Kepala Desa Munggangsari Pujiyanto membenarkan ketersediaan saluran pembuangan atau drainase di desanya masih kurang. Kondisi ini mengakibatkan proses surutnya air cukup memakan waktu.

Dalam pandangannya, setidaknya dibutuhkan saluran pembuangan yang cukup panjang dan menghubungkan beberapa desa yakni Desa Munggangsari
dan Desa Kertojayan untuk mengarahkan air ke Desa Rejosari dan Duduwetan. “Kami sudah lakukan beberapa cara dan terakhir berkoordinasi dengan desa-desa tetangga untuk penanganan ini,” ujar Pujiyanto.

Dalam merealisasikan rencana itu, pihaknya sudah mengomunikasikan dengan Camat Grabag Zaenudin yang ditindaklanjuti dengan pertemuan di
Balai Desa Mungangsari. Dalam pertemuan itu melibatkan beberapa desa, di antaranya, Desa Patutrejo, Ketawangrejo, Rejosari, Duduwetan, Pasaranom, Kertojayan, Bakurejo, dan Sumberagung serta Munggangsari.

“Kami mencoba mengurai masalah yang ada dan teridentifikasi kalau ada saluran mampet di gorong-gorong perbatasan Duduwetan dan Rejosari. Satu solusi yang akan dilakukan adalah pelebaran,” tambahnya. (udi/laz/mg1)