JOGJA – Ketika tim-tim lain di Liga 1 dan Liga 2 sudah mulai melakukan persiapan tim, Laskar Mataram- julukan PSIM jogja sepertinya masih “bersemedi”. Setidaknya itu terlihat belum adanya pergerakan pembentukan pasukan dari manajemen.Sebelumnya DPP Brajamusti mewacanakan akan adanya pertemuan antara manajemen PSIM Jogja dengan perwakilan suporter. Namun pertemuan yang diagendakan pekan lalu urung terlaksana karena pihak manajemen meminta pengunduran jadwal.

Melihat kondisi tersebut, mantan Presiden Brajamusti Eko Satrio Pringgodani berharap jika forum tersebut segera direalisasikan. Tujuannya agar segera ada titik temu dan komunikasi antara manajemen dan suporter. “Suporter ngejar-ngejar terus tapi manajemen diam. Mau sampai kapan ?” ujarnya kepada Radar Jogja, Senin (8/1/18).

Termasuk dengan wacana adanya tim transisi menurutnya juga perlu dijelaskan siapa yang akan membentuk, tujuannya apa, ending-nya seperti apa, harus benar-benar klir. Munculnya wacana tim transisi, kata Eko, biasanya akan ada pergantian di tubuh manajemen.

Jika betul akan ada pergantian, tentu perlu diketahui visi-misi, program yang ditawarkan. Termasuk apakah program itu bisa dijalankan atau tidak di PSIM. “Dari suporter juga meminta adanya transparansi dan pembentukan PT. Seberapa urgen dan plus-minusnya bisa dibahas bersama. Kalau bisa disegerakan dan menemukan solusi yang baik,” tuturnya.

Presiden Brajamusti Rahmad Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah mengagendakan pertemuan tersebut pekan lalu. Namun ada pengunduran dari managemen. “Karena manajemen tidak bisa, maka kami masih menggodog kembali waktunya, karena kami ingin semua pihak bisa hadir,” ungkapnya.

Pertemuan tersebut, kata Mamex sapaanya, akan seperti workshop sekaligus penentuan bagaimana rencana PSIM ke depannya. Sehingga pihaknya berharap setelah ini sudah ada langkah yang diambil untuk PSIM, terutama menghadapi musim 2018. “Yang diundang manajemen, beberapa stakeholder PSIM, senior dan sesepuh, pemain dan jajaran pelatih. Semua yang berhubungan dengan PSIM pastinya,” bebernya.

Mengenai waktu pertemuan, kemungkinan akan dijadwalkan ulang setelah kongres PSSI 13 Januari mendatang. Hal itu sekaligus penyampaian informasi dan regulasi dari pengelola liga. “Semoga secepatnya bisa terealisasi,” imbuhnya. (riz/din)