BANTUL – Partai Amanat Nasional (PAN) tampaknya ngebet salah satu kadernya duduk sebagai bupati atau wakil bupati Bantul. Saking inginnya, berbagai strategi untuk mencapai target tersebut telah dipersiapkan sejak sekarang. Padahal, gelaran pesta demokrasi lima tahunan tersebut masih tiga tahun lagi.

“Kami persiapkan kader terbaik untuk maju di kancah pilkada (pemilihan kepala daerah) Bantul,” jelas Ketua DPD PAN Bantul Mahmud Ardi Widanto di sela gelaran Rakerda II PAN di Hotel Ros In, Minggu (7/1).

Bahkan, berbagai persiapan menuju pilkada ini menjadi salah satu tema utama dalam Rakerda II PAN. Karena itu, Ardi mengingatkan, seluruh kader partai berlambang matahari tersebut serius menatap pemilihan legislatif (pileg) 2019. Itu karena jalan mulus menuju Pilkada tergantung hasil pileg.

Merujuk hasil Rakerda II, DPD PAN menargetkan sembilan kursi di DPRD Bantul. Atau bertambah tiga kursi dibanding perolehan pileg 2014. Dengan begitu, PAN dapat mengusung calon sendiri.

Lalu, strategi apa untuk mendulang sembilan kursi? Wakil Ketua II DPRD Bantul ini mengungkapkan, ada sejumlah formulasi yang dirancang khusus untuk menarik minat kader maju sebagai calon legislatif (caleg). Di antaranya, formulasi kompensasi bagi caleg yang gagal terpilih. Artinya, setiap caleg yang gagal bakal mendapatkan kompensasi materi dari partai. Nilainya cukup besar. Mengingat, jumlah suara di setiap daerah pemilihan (dapil) yang menentukan jatah kursi di DPRD merupakan akumulasi perolehan masing-masing caleg. “Kami juga akan membuat zonasi,” tambahnya.

Senada disampaikan Ketua DPW PAN DIJ Nazaruddin. Menurutnya, hasil pileg 2019 bakal menentukan langkah PAN di pilkada 2021. Bila memeroleh sembilan kursi di DPRD, Nazar, sapaannya, memastikan PAN membidik target bupati Bantul.

“Kalau (pileg) tak sesuai hasil kami evaluasi lagi,” ucapnya.

Ketika disinggung siapa kader yang bakal diusung maju pilkada, Nazar enggan membocorkannya. Kendati begitu, Nazar menyebut tidak sedikit kader PAN yang pantas mendapat amanat tersebut.

“Kader-kader PAN di (DPRD) provinsi dari Bantul juga berkualitas. Lalu, ada ketua DPD sendiri (Mahmud Ardi Widanto),” ungkap Nazar menyebut beberapa kader yang pantas maju pilkada.

Dalam kesempatan itu, Nazar juga mengintruksikan, seluruh jajaran pengurus dan kader all out menghadapi pileg. Salah satu caranya dengan memaksimalkan proses pencalegan. Kader terbaik di masing-masing desa harus maju sebagai caleg. “Tidak boleh ada satu kelurahan pun yang kosong (dari caleg PAN),” pintanya. (zam/ila/mg1)