JAKARTA – Kemenangan 64-57 atas Garuda Bandung di Seri IV mengerek posisi Bima Perkasa Jogja (BPJ) ke tangga kedua klasemen sementara Divisi Merah Indonesia Basketball League (IBL) 2018.

Selain menggeser Garuda, kemenangan tersebut juga pembalasan dendam pada pertemuan perdana di Seri I Semarang. Ketika itu Yanuar Priasmoro dkk kalah tipis 73-70.

Pelatih BPJ Raoul Miguel Hadinoto mengatakan, kunci mengalahkan Garuda adalah menekan pemain lokal untuk leluasa mencetak poin. Dalam game kemarin, defense Bima memang membiarkan dua pemain asing Garuda mencetak skor, namun para pemain lokal hanya mampu mencetak 8 poin saja sepanjang pertandingan.

“Kami instruksikan kunci para pemain lokal mereka agar tidak mencetak banyak angka dan menyerang dengan cepat. Itu terbukti efektif,” kata pelatih yang akrab disapa Eboss, Minggu (7/1).

Dalam game kemarin, pemain Garuda Gary Jacobs memang sempat menyulitkan defense Frida Aris dkk. Namun, Bima yang kembali bermain kolektif usai kalah atas Stapac di laga perdana mampu menutup kuarter pertama dengan 19-17.

Memang, Gary sempat memberikan mimpi buruk di kuarter dua. Permainan cepatnya mampu menembus defense ketat Bima, terlebih tembakan tiga angkanya di detik terakhir kuarter membawa Garuda unggul 33-31. Namun tim bereaksi di kuarter tiga. Yogi da Silva mampu menutup ruang gerak Gary yang berdampak pada perolehan poin Garuda. Tim asal Bandung itu hanya sukses mencetak enam poin, sementara Bima 16 poin.

Garuda sempat bangkit di kuarter terakhir namun permainan kolektif Bima mampu meredam set play Garuda dan mengakhiri laga dengan 64-57. Pemain asing BPJ Anthony McDonald mencetak double-double dengan 19 poin dan 11 rebounds. Pemain yang bersama Yanaur Dwi Priasmoro bakal tampil di All Star ini juga membukukan 6 assists sepanjang pertandingan. Emilio Parks mencetak 20 poin dan 8 rebounds. (riz/ila/mg1)