JOGJA – Penjualan minuman keras (miras) atau minuman beralkohol (mihol) sudah diatur dalam peraturan daerah (Perda). Namun, ada saja penjual yang nekat menjajakan mihol ini di Kota Jogja. Tak ayal, razia akan terus dilakukan oleh petugas gabungan Satpol PP Kota Jogja dan Polres Jogja.

Kepala Satpol PP Kota Jogja Nurwidi Hartana mengatakan, razia yang mereka lakukan merupakan hasil laporan warga dan pengamatan petugas di lapangan. Dia mengatakan, penjualan minuman keras sudah diatur dalam Perda. Sedangkan Izin Usaha Kepariwisataan juga memilikiizin tersendiri.

“Sebenarnya izin kepariwisataan boleh. Tetapi tidak boleh menjual miras. Banyak minuman yang bisa dijual tanpa berkadar alkohol,” jelasnya belum lama ini.

Nurwidi menegaskan, di Kota Jogja tidak ada izin untuk menjual dan mengedarkan minuman beralkohol. “Saat ini tak mengeluarkan izin untuk minuman beralkohol, kecuali di hotel berbintang. Di hotel bintang empat dan lima,mereka punya izin SIUP-MB (Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol),” tegas Nurwidi.

Terkait pelaku usaha yang kedapatan menjual miras, dia menuturkan, pihaknya akan menangani perizinan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) berdasarkan Perda Nomor 4 Tahun 2010 tentang Izin Usaha Kepariwisataan.

“Ancamannya maksimal Rp 50 juta. Namun hal itu tergantung di Pengadilan. Sedangkan untuk miras yang terkena razia masuk dalam ranah kepolisian. Ini bentuk sinergitas kami,” jelasnya. (pra/ila/mg1)