SLEMAN – Nahas dialami wisatawan asal Jawa Tengah. Nail Huga, 15, asal Sawah Besar Semarang mengalami patah tangan kiri sementara Fatun Hikmah, 50, asal Pati Jawa Tengah mengalami gegar otak.

Keduanya mengalami kecelakaan kendaraan saat menumpangi jeep wisata. Kecelakaan ini menimpa mereka saat mengikuti paket wisata Volcano Tour Merapi.

Kapolsek Pakem Haryanta menjelaskan detail kecelakaan. Kendaraan wisata jenis Jeep Willis nopol AD 8653 V terlibat kecelakaan dengan bus Pariwisata nopol H 1427 GG. Tepatnya di kawasan jalan kaliurang Km 20, Pakembinangun, Pakem.

“Bus yang dikendarai Adhi Nurcahyo, 61, dalam kondisi berhenti, datanglah Jeep Willis dikemudikan Joko Santoso, 18, dari arah utara ke selatan. Selanjutnya menyenggol badan bus dan terjadi kecelakaan,” jelasnya Minggu (7/1).

Kendaraan wisata diketahui membawa enam penumpang. Ke dua korban merupakan rombongan dari Semarang dan Pati, Jawa Tengah. Saat kecelakaan, lanjutnya, kedua korban terpental karena benturan dua kendaraan.

Haryanta menjelaskan, kendaraan wisata melaju dalam kecepatan sedang. Hanya, supir tidak bisa menguasai kendaraan begitu mendekati bus. Terlebih jeep dalam posisi akan menyalip bus yang berhenti.

Keempat penumpang lainnya adalah Sigit Purnama, 40, Kasmiyati, 41, dan Kusuma, 6, asal Sawah Besar, Semarang. Sementara satu orang, Puji Hadiyanti, 19, asal Pati, Jawa Tengah. Pasien luka sempat dibawa ke RS Panti Nugroho sebelum dirujuk ke RS Panti Rapih.

“Mengimbau agar pengendara jeep wisata memperhatikan keselamatan penumpangnya. Konsep dari wisata adalah membuat wisatawannya nyaman, jadi jangan terburu-buru saat berkendara,” pesannya.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih segera bergerak. Dia memerintahkan jajarannya untuk segera menuju rumah sakit Panti Nugroho untuk mendampingi korban kecelakaan kendaraan wisata tersebut.

Mengenai jeep, Ning, sapaannya menjelaskan, kendaraan itu milik Asosiasi Komunitas Track. Kendaraan mengangkut rombongan wisatawan dari pos utama jeep berkeliling kawasan lereng kaki Merapi. Mengenai sanksi, dirinya belum memastikan, tapi tetap akan diberikan peringatan.

“Akan segera kami panggil asosiasi jeep-nya, evaluasi sistem dan teknisnya apakah sudah safety atau belum. Intinya keamanan dan keselamatan wisatawan diutamakan,” tegasnya. (dwi/ila/mg1)