KULONPROGO – Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 Kulonprogo Rp 8,7 miliar dialihkan. Tadinya untuk pembiayaan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD), digeser untuk infrastruktur.

Anggaran yang awalnya untuk rencana proyek 2018 dialihkan untuk penanganan infrastruktur jalan dan sekolah yang rusak. Terutama karena bencana alam longsor dan banjir akhir 2017.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulonprogo Aji Pangaribawa mengatakan alih guna anggaran itu berdasarkan evaluasi postur APBD 2018. Sudah disetujui Gubernur DIJ.

Sebelumnya, juga sudah dikoordinasikan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), serta Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU PKP) Kulonprogo selaku pengguna anggaran.

“Anggaran akhirnya dialihkan untuk membangun infrastruktur jalan dan sekolah yang rusak akibat bencana. Diharapkan hal itu akan mempercepat pemulihan infrastruktur,” katanya Minggu (7/1).

Anggaran yang awalnya diproyeksikan untuk pembangunan SDN Percontohan Wates 4, SDN 2 Wates, SDN Tawangsari I senilai Rp1,6 miliar dialihkan untuk pembangunan SDN Kokap, SD Kanisius Patihombo dan SDN 2 Sukomoyo yang rusak akibat tanah longsor.

Alokasi dana DPU PKP juga dialihkan. Sedianya untuk pemeliharaan jalan Dudukan-Ngentakrejo Rp 3,4 miliar, pemeliharaan jalan Sentolo-Ngelo Rp 610 juta dan ruas Jalan Perwakilan Rp 3 miliar.

“Rp7,1 miliar kemudian digunakan untuk memperbaiki jalan ambles di Gua Kiskendo-Jonggrangan. Jalan tersebut mengalami rekahan, tepat di depan kawasan Gua Kiskendo dan Jalan Pasar Plono menuju Sinaga,” jelasnya.

Kepala Bidang Marga DPU PKP Kulonprogo Nur Cahyo mengatakan pemulihan infrastruktur juga dilakukan di ruas Clereng-Segajih, Kalirejo. Proses diawali dengan kajian, perencanaan, serta penelitian struktur tanah.

“Tahapannya baru inventarisasi titik-titik yang mengalami kerusakan. Apakah perlu diperbaiki? Termasuk perbaikan bangunan pengairan,” ucapnya.

Sebelum ada pergeseran anggaran, DPU PKP Kulonprogo mendapat alokasi infrastruktur Rp 11 miliar. Namun akibat pergeseran itu, anggaran menyusut menjadi Rp 5,6 miliar.

“Padahal pada 2018 kami berencana membangun 19 jalan primer satu, dan 78 jalan primer dua. Selain itu ada pembangunan jembatan dan sejumlah rehabilitasi jalan,” ujarnya. (tom/iwa/mg1)