JOGJA – Aparat kepolisian akhirnya menetapkan Parjo, 37, pelaku penusukan terhadap empat orang di kawasan Jalan Wates, Kasihan, Bantul, sebagai tersangka. Sedangkan untuk dugaan kasus pencurian kotak infak di Masjid Ibrahim, Kadipiro, Njetisharjo, Kasihan, masih didalami polisi.

Kapolsek Wirobrajan Kompol Endang Sulis Kurniati mengatakan, penetapan tersangka setelah pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. “Ini untuk kasus penusukan warga. Sedang untuk pencurian di masjid masih kami dalami,” kata Endang kepada Radar Jogja Sabtu (6/1).

Berdasarkan pengakuan tersangka, lanjut Endang, aksi penganiayaan berupa sabetan pisau terhadap empat orang dilakukan untuk membela diri karena terdesak dikejar warga. Karena tidak ada pilihan lain, Parjo menyabetkan pisau kepada orang-orang yang menghalangi saat dikejar warga setelah diteriaki maling karena diduga mencuri kotak infak masjid.

Dikatakan, tersangka mengaku saat itu memang berada di Masjid Ibrahim. Namun, kata Endang, tersangka berkilah di masjid hanya untuk menumpang tidur dan mandi. “Jadi ketika ditanya takmir masjid lari, kemudian warga curiga lalu mengejar,” jelas perwira menengah polisi dengan satu melati di pundak ini.

Terkait uang Rp 3 juta yang didapat dari tas pelaku, polwan asal Purworejo, Jawa Tengah, ini mengatakan, untuk sementara uang tersebut sebagai milik pelaku. Uang itu dikatakan dibawa dari tempat tinggalnya di Boyolali, Jawa Tengah. “Pengakuannya, itu uang simpanan dari kampung,” katanya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Parjo kini mendekam di sel tahanan Mapolsek Wirobrajan, Kota Jogja. Tersangka dikenakan Pasal 351 KHUP tentang Penganiayaan, dengan ancaman hukuman paling lama lima tahun penjara.

Seperti diberitakan Radar Jogja Sabtu (6/1), warga di Jalan Wates dan RE Martadinata dihebohkan dengan aksi penusukan yang dilakukan oleh tersangka. Ketika itu, tersangka melukai empat orang warga yang berusaha menangkapnya.

Tersangka Parjo akhirnya berhasil dibekuk oleh warga di atas Jembatan Serangan, Ngampilan. Parjo sempat menjadi bulan-bulanan massa yang geram setelah mengamuk dengan pisau saat dikejar warga. Beruntung, nyawa tersangka bisa diselamatkan dari amukan warga setelah polisi datang.

Dalam peristiwa ini, ada empat korban yang terkena sabetan pisau oleh tersangka dan sempat dilarikan ke rumah sakit. Mereka adalah Endro Suprihatin, 32, Arif Budi Santoso, 39, dan Wahyu Widodo, 43. Korban terakhir Sukirman, 51, warga Wirobrajan yang mengalami luka tusuk di bagian perut, kondisinya kini berangsur pulih. (bhn/laz/ong)