SLEMAN – PSS tidak ingin polemik mundurnya manajer tim Baryadi menggangu persiapan tim. Tanpa perlu berlama-lama, direksi PT PSS mengangkat asisten manajer Sismantoro menggantikan Baryadi.

CEO PT PSS Soekeno mengungkapkan bahwa pergantian posisi manajer diharapkan tidak mengganggu proses pembentukan tim yang tengah berjalan. Sismantoro yang juga Lurah Candibinangun nantinya tetap didampingi Dewanto Rahadmoyo sebagai asisten manajer. “Kami yakin keduanya mampu menjalankan amanah tersebut,” katanya kemarin (5/1).

Menurut pria pemilik hotel dan pusat perbelanjaan di Jalan Magelang, Sleman itu, Baryadi memang belum secara resmi mengajukan surat pengunduan diri. Namun eks Manajer Sriwijaya FC tersebut sudah menyampaikan niatnya melalui pesan singkat. Karena itu PT PSSpun tidak bisa menunggu lama untuk segera mengisi jabatan manajer. “Apalagi mengingat sudah mulai proses pembentukan tim,” paparnya.

Sementara itu terkait penunjukkannya sebagai manajer, Sismantoro mengaku akan segera bekerja membentuk tim PSS yang dipersiapkan berkompetisi di Liga 2. Apalagi informasi bahwa kompetisi strata kedua tersebut akan bergulir medio Maret mendatang.

“Sebenarnya tanpa adanya posisi manajer persiapan pembentukan tim sudah berjalan. Tapi ketika saya diberi amanah menjadi manajer tentu harus berusaha menjalankannya dengan baik,” ungkapnya.

Dia mengaku saat ini pembentukan tim terus berjalan. Usai 18 pemain menjalani tes medis sejak awal pekan ini, latihan perdana di bawah pengawasan Seto Nurdiantoro digelar di Stadion Tridadi. Sementara di Maguwoharjo International Stadium (MIS) Sleman diadakan seleksi untuk pemain-pemain lokal Sleman yang dipantau Herry Kiswanto dan pelatih kiper Listianto Raharjo.

“Setelah tim terbentuk langsung geber latihan termasuk ujicoba tim. Jadwal dan programnya sudah ada dan terus berjalan,” jelasnya.

Kelompok suporter PSS Sleman Brigatta Curva Sud (BCS), menyayangkan sikap Baryadi yang mengundurkan diri dari kursi manajer tim sebelum kompetisi Liga 2 musim 2018 bergulir. Meskipun demikian, mereka berharap kondisi tersebut tidak berlarut-larut dan segera bisa diatasi.

Mendengar kabar mundurnya Baryadi, salah satu yang dituakan di BCS Jaguar Tominangiangsung menghubungi Baryadi. Namun menurutnya, keputusan mundur eks manajerSriwijaya FC yang sukses menjuarai Liga Indonesia dan Piala Indonesia itu sudah bulat. “Kami menghormati keputusan beliau,” tuturnya.

Selanjutnya, apapun alasan yang disampaikan Baryadi yang melatarbelakangi pengunduran dirinya, merupakan ranah manajerial antara Baryadi dan PT PSS. Suporter menurutnya tidak akan masuk terlalu jauh. Jenggo, sapaanya,mengapresiasi langkah cepat direksi PT PSS yang langsung menunjuk Lurah Candibinangun, Pakem, Sleman, Sismantoro sebagai manajer pengganti.

Selanjutnya, Sismantoro akan didampingi Dewanto sebagai asisten manajer. Meskipun di awal pembentukan tim terjadi hal yang tidak diduga, namun suporter tetap pada tujuan semua menuntut PSS bisa promosi musim 2018 ini.

“Tuntutan BCS masih sama, membawa PSS ke Liga 1 musim depan. Dengan mundurnya Bapak Baryadi, peran BCS sebagai kontrol bagi klub dan dilaksanakan bersama-sama, mengingat persiapan klub sudah mulai berjalan,” kata dia.

Meskipun kurang dari dua bulan, suporter mengapresiasi kerja Baryadi selama ini. Pihaknya jugamengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Baryadi menyanggupi penunjukkan menjadi manager pasca gagalnya PSS musim 2017 hingga akhirnya mengundurkan diri. “Kami berharap semua elemen suporter dan masyarakat sepak bola Sleman dapat menghargai semua keputusan tersebut. Serta tetap menjaga kondusifitas dan dinamika yang ada,” tandasnya.

Senada juga diungkapkan Presidium Slemania Asep Handi Kurniawan. Sejauh ini program pembentukan tim tetap berjalan. Mulai penunjukan pelatih, seleksi pemain sampai tes kesehatan. “Cukup disayangkan sebenarnya. Tapi tetap harus optimistis dan percaya gantinya bisa membawa PSS berprestasi,” ujarnya. (riz/din/mg1)