PURWOREJO – Sentra kuliner Jatimalang di Kecamatan Purwodadi akan dilanjutkan tahun ini. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Purworejo akan memulai penataan secara maksimal dan fokus pengembangan di kawasan sebelah barat.

“Kami mulai fokus menata Pantai Jatimalang. Ada perbedaan arah pengembangan dan akan memaksimalkan di sisi barat jalan utama,” kata Kepala Bidang Objek Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Stephanus Aan kemarin (5/1).

Sebelumnya di tahun 2016 saat dikelola Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pariwisata, telah dilakukan pembangunan sentra kuliner. Hanya saja, pihak pelaksana tidak mampu menyelesaikan pekerjaannya dan harus diputus kontrak.

“Kami memiliki anggaran Rp 4 miliaran untuk melakukan penataan Jatimalang. Utamanya menyelesaikan pembangunan kios kuliner sebanyak 20 kios dan sisanya dari total 46 kios di tahun 2019,” tambahnya.

Salah satu rencana besar yang dilakukan adalah pemindahan lokasi parkir dari belakang tempat pelelangan ikan (TPI) Jatimalang ke belakang sentra kuliner. Dengan adanya pemindahan itu diharapkan sedikit demi sedikit akan mempercantik kawasan pantai.

“Kalau bicara payu (laku, Red) tidak payu pedagang. Saya yakin akan tetap laku di tempat baru, karena lokasi parkir kita pindahkan. Jadi konsentrasi pengunjung akan berubah,” kata Aan.

Selain melakukan penataan kembali sentra kuliner, Dinparbud juga akan memfungsikan TPI secara optimal. Salah satu daya dukungnya adalah sentra jual beli ikan segar hasil tangkapan ikan. Dengan adanya pemindahan konsentrasi, akan menjadikan kawasan TPI akan optimal dalam penanganan ikan.

“Jadi di TPI itu ya akan fokus pada pengelolaan ikannya. Tidak tercampur dengan wisatawan dan pedagang lainnya,” jelas Aan.

Hal lain yang juga disiapkan adalah peningkatan kapasitas kawasan Pathuk yang menjadi bagian dari pengelolaan Jatimalang. Dikelola secara mandiri oleh warga, pemkab menyiapkan beberapa dukungan agar keberadaan Pathuk sebagai tempat pendukung wisata Jatimalang akan lebih baik lagi.

“Memang kami masih terbatas dalam penganggaran di tahun 2018. Tapi di tahun 2019 penataan optimal akan kami lakukan sehingga Jatimalang benar-benar menjadi salah satu kawasan kunjungan wisatawan yang menarik,” katanya. (udi/laz/mg1)