PURWOREJO – Molornya proyek penataan Alun-Alun Purworejo mulai “memakan korban”. Dua pejabat di lingkungan pemkab yang bersinggungan dengan penataan Alun-Alun pun dicopot dari jabatannya, lalu dikotakkan sebagai staf ahli bupati.

Dua pejabat ini mewarnai upacara pengambilan sumpah/janji jabatan dan pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat pelaksana dan pejabat fungsional di lingkungan pemkab. Pelantikan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati, kemarin (5/1).

Kedua pejabat itu adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Fathori dan Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Suhartini. Kursi yang yang ditinggalkan mereka akan disi oleh pelaksana tugas.

Bupati Purworejo Agus Bastian juga mengambil sumpah 37 pejabat administrator, 100 pejabat pengawas, 6 pejabat pelaksana, dan 90 guru fungsional pertama. Hadir dalam kesempatan ini, sejumlah anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekda Said Romadhon serta pejabat organisasi perangkat daerah (OPD).

Bupati Agus Bastian saat memberikan sambutannya menyampaikan, pihaknya melaksanakan amanat undang-undang yang menekankan pada pencapaian target kinerja aparatur sipil negara (ASN). Jika seorang pejabat tidak mampu mencapai target kinerja, bisa diturunkan jabatannya. “Juga bisa didemosi dan dinonjobkan,” kata bupati.

Ia menegaskan pergeseran atau penempatan jabatan tidak didasari atas suka dan tidak suka, melainkan penjabaran dari
UU Nomor 5 Tahun 2015 tentang ASN. Ke depan bupati meminta agar ASN bisa meningkatkan kinerjanya serta berdisiplin serta profesional.

Usai memberikan ucapan selamat kepada pejabat, administrator, pengawas, pelaksana dan guru fungsional pertama, Bupati Agus Bastian enggan memberikan keterangan secara langsung. Ia mengarahkan wartawan agar meminta keterangan lebih jauh kepada Sekda Said Romadhon.

Said sendiri menyampaikan, penempatan Fathori dan Suhartini sebagai staf ahli tidak ada kaitannya dengan penataan Alun-Alun. Seperti diketahui, selama ini penataan Alun-Alun Purworejo ditangani oleh DPU PR, sementara Dinas KUKMP mengurusi relokasi pedagang kaki lima Alun-Alun. “Tidak ada kaitannya dengan hal itu,” ujar Said.

Diungkapkan Said, pengisian kekosongan jabatan itu akan dilakukan dengan lelang jabatan seperti halnya kegiatan yang pernah dilakukan sebelumnya. Pemkab telah menunjuk pelaksana tugas, di mana DPU PR akan dipimpin oleh Sekretaris DPU PR Suranto, sementara Dinas KUKMP akan dijabat sementara oleh Kepala Bagian Pemerintahan Setda Purworejo
Kendrasmoko. (udi/laz/mg1)