GUNUNGKIDUL – Sejak dalam kandungan, seorang bayi yang kemudian lahir dan diberi nama Divsa Saputri warga Padukuhan Bendorejo Rt 6/15, Desa Semanu, Kecamatan Semanu kondisinya mengenaskan. Dia sakit dan harus menjalani pengomatan secara berkala.

Sang ayah, Hadi Supono, 48, ketika ditemui kemarin (5/1) mengatakan, kondisi Divsa sekarang pada bagian kaki kiri membesar seperti terkena penyakit kaki gajah. Sementara istrinya, Marsini juga masih dalam penyembuhan pasca-operasi sesar.

“Sebenarnya sejak di USG usia kandungan 8 bulan sudah kelihatan kaki kirinya (Divsa) membengkak,” kata Hadi Supono.

Tinggal di rumah sederhana berlantai tanah, kemarin Divsa terlihat sedang tertidur di pangkuan Marsih, ibunya dalam ruangan kamar 3 X 4 meter. Tempat tingga keluarga ini terdiri dari ruang tamu berisi televisi 14 inch, dan almari.

“Anak ke – lima saya ini lahir pada 8 Desember 2017. Sempat di rawat di RSUP Dr Sardjito, Jogjakarta,” ujarnya.

Akan tetapi, hanya dirawat selama 13 hari, karena keterbatasan ekonomi. Lantaran biaya bolak balik dari Semanu – Jogja membutuhkan dana tidak sedikit pihaknya memutuskan untuk membawa pulang putrinya.

“Saran dokter seharusnya dirawat 2 bulan, tetapi kondisi saya seperti ini sementara dibawa pulang terlebih dahulu,” ucapnya.

Kemudian setiap dua minggu sekali, harus kontrol di RSUP Dr Sardjito. Namun upaya berobat bukan perkara mudah, karena putrinya belum terdaftar dalam kepesertaan BPJS. Sekarang masih menggunakan Bapel Jamkesos DIJ, dimana alur pelayanan kesehatan mengikuti aturan.

“Jika kontrol saya berangkat subuh, karena mengurus jamkesos (Bapel Jamkesos DIJ), harus mengurus ke RSUD hingga di Sardjito. Kata dokter anak saya bisa sembuh dan normal asal pengobatan rutin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Semanu, Andang Yunanto mengaku sudah berupaya agar keluarga kurang mampu tersebut tetap mendapatkan pelayanan kesehatan maksimal. Salah satunya dengan mengupayakan agar Devsa bisa masuk ke dalam tanggungan BPJS.

“Sekarang masih menggunakan Jamkesos menunggu entri data,” kata Andang Yunanto. (gun/ong)