JOGJA – Nama calon bandara baru di Kulonprogo DIJ diusulkan tidak menggunakan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Anggota DPR RI asal DIJ Agus Sulistiyono mengusulkan nama mantan Raja Mataram Islam Sultan Agung. Bandara Internasional Sultan Agung.

“Ini usulan keren lho, kita patut berbangga hati jika nama Raja kita (Sultan Agung) diabadikan sebagai nama bandara baru di Kulonprogo,” ujar Agus Jumat (5/1). Menurut dia usulan nama Bandara Internasional Sultan Agung tersebut awalnya berasal dari sejumlah tokoh-tokoh muda Kulonprogo. “Ini merupakan usulan yang sangat cerdas dan mulia,” sambungnya.

Menurut dia ketokohan dan dedikasi Sultan Agung terhadap kemerdekan Republik Indonesia tidak bisa diremehkan. Ditambah Sultan Agung sosok yang sangat mendalami ilmu agama, selain sebagai ulama dan umara. Sultan Agung juga pahlawan nasional, cendekiawan yang ahli dalam berbagai disiplin keilmuan, seperti pertanian, perdagangan dan lainnya. “Jadi penting penamaan bandara ini dengan mengabadikan nama Sultan Agung,” jelasnya.

Kader PKB ini juga menyatakan bahwa, selain sebagai identitas sosial dari Ke-Istimewa-an DIJ, pembangunan bandara ini harus menjadi bagian dari edukasi kebudayaan dan sejarah nasional. Sama seperti deretan nama bandara di Indonesia yang sudah ada, seperti Soekarno Hatta, Halim Perdana Kusuma di Jakarta, Juanda di Surabaya, I Gusti Ngurah Rai di Pulau Dewata dan masih banyak lagi lainnya. “Agar anak cucu kita, dan dunia internasional mengetahui jika Sultan Agung adalah Raja dan Tokoh Pejuang Kemerdekaan RI, sejajar dengan pahlawan lain,” ungkapnya.

Usulan nama bandara Internasional Sultan Agung dinilai Ketua Radio Antar Penduduk Indonesia DIJ itu akan disetujui oleh Presiden Joko Widodo.
“Mohon direspon usulan nama tersebut ya pak presiden, nama itu Insya Allah berkah bagi tanah dan keberlangsungan hidup warga DIJ,” tuturnya.

Pria yang tinggal di Sleman itu pun mengatakan melalui Peraturan Presiden 98/2017 tentang percepatan pembangunan dan pengoperasian bandara di Kulonprogo, proses pengerjaan akan dikebut. Sebelumnya, Jokowi memasukkan Pembangunan Bandara Kulonprogo dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, sebagai satu dari 15 bandara yang harus dibangun dan direnovasi. Tujuannya untuk meningkatkan konektivitas dan mencapai pemerataan pembangunan. Bandara lain yang turut disebut dalam dokumen itu, yaitu Kualanamu di Medan, Kertajati di Majalengka, serta Minangkabau di Padang.

Agus sebagai putera daerah Jogja pin menyatakan dukungan percepatan pembangunan tersebut. “Pembangunan Bandara di wilayah Kulonprogo selain membangun konektivitas di wilayah DIJ juga dalam rangka mendukung DIJ sebagai salah satu destinasi wisata nasional dan internasional,” ungkapnya. (pra/ong)