BERWISATA ke Gembira Loka (GL) Zoo tidak sekadar melihat hewan buas yang ada di kerangkeng. Pengunjung GL Zoo saat ini juga bisa berinteraksi dengan hewan jinak di area Petting Zoo.

Hewan jinak itu seperti domba berbulu tebal, keledai, dan kelinci Jerman yang besarnya mencapai 50 cm. Ada juga marmut, ayam Brahma yaitu ayam raksasa dengan tinggi mencapai sekitar 70 cm.

Terdapat hewan jinak lain berupa kura-kura Sulcata serta kura-kura Emys. Terdapat pula kuda poni yang sengaja didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia.

Hewan-hewan tersebut masuk kategori pet animal atau hewan peliharaan. Para pengunjung bisa berinteraksi dengan hewan-hewan jinak tersebut.

Anak-anak pun bisa memberi makan hingga memegang atau mengelusnya. “Sengaja kami pilih yang jinak dan lucu bagi anak-anak,” ungkap Manager Marketing dan Pengembangan GL Zoo Agnes Armi.

Kawasan Petting Zoo juga dikonsep layaknya farmhouse. Untuk mengelilinginya pun sudah disiapkan kereta mini.

Menurut Agnes Armi, selain sebagai wahana berekreasi, hewan-hewan jinak yang ada di area Petting Zoo tersebut agar pengunjung lebih mencintai satwa. “Tidak perlu takut karena hewan-hewan ini jinak. Semua termasuk anak kecil, bisa berinteraksi,” ujar Agnes Armi.

Hewan-hewan itu aman dari penyakit. Karena dirawat secara higienis dan steril. Tidak termasuk satwa yang dilindungi.

Agnes mengatakan meski bebas berinteraksi, panganan yang diberikan tidak sembarangan. “Hanya sayuran dan buah saja,” ungkapnya.

Namun saat ini Petting Zoo di GL Zoo masih dalam masa perbaikan. Hal itu karena kawasan tersebut terkena dampak siklon tropis Cempaka yang melanda wilayah Jogja tahun lalu.

Akibatnya beberapa kandang rusak. “Sedang diperbaiki dan kami tampilkan wajah yang baru,” ujar Kabag Humas GL Zoo, Agung Wibowo.

Meskipun begitu masyarakat tetap bisa menikmati wahana lain di GL Zoo. “Total ada sekitar 1.350 satwa yang ada di GL Zoo,” tambahnya. (pra/iwa/mg1)