MUNGKID – Koalisi tiga partai politik Gerindra, Golkar, dan PKS sudah berani memunculkan nama pasangan bakal calon bupati Magelang 2018, yakni Zaenal Arifin (Wabup Magelang 2013-2018) dan Rohadi Pratoto. Namun, kubu parpol lain belum berani memunculkan nama pasangan sebagai tandingannya.

PDIP dan PKB yang selama ini dikabarkan sepakat akan jalan bergandengan pun belum memunculkan nama pasangan calon bupati.Meski sudah santer terdengar rekomendasi dari DPP PDIP sudah menyebutkan dua nama.

Komunikasi politik PKB dan PDIP sudah berlangsung sejak Agustus tahun silam. Namun demikian, keduanya belum membuka siapa nama yang akan diajukan dalam pilkada tahun ini.

“Secara legal, kami menunggu rekomendasi dari DPP. Hal-hal lain tentang administrasi masih persiapan,” kata Ketua DPC PKB Kabupaten Magelang Suwarsa kemarin (4/1).

Dia mengakui selama ini sudah menjalin komunikasi dengan PDIP. Jika sudah keluar nama rekomendasi dari DPP, maka kedua parpol akan mendaftarkan diri ke Sekretariat KPU Kabupaten Magelang di Jalan Soekarno-Hatta, Mungkid. Masa pendaftaran berlangsung dari 8-10 Januari mendatang.

“Untuk by name, kami menunggu DPP. Surat rekomendasi nanti kami lampirkan,” jelasnya.

Kabar yang beredar bahwa surat rekomendasi dari DPP PDIP sudah turun beberapa hari silam. Nama yang diusung adalah Zaenal Arifin dan Edi Cahyono. Zaenal merupakan Bupati Magelang aktif saat ini dan Edi merupakan pengusaha dari kader PKB.

Suwarsa juga mengakui sempat mendengar kabar, dua nama itu yang direkomendasikan oleh DPP PDIP. “Kabar yang beredar begitu. Tetapi, secara resmi belum disampaikan PDIP,” ungkapnya.

Mantan anggota dewan ini pun belum bisa menjelaskan panjang lebar. Tersebarnya dua nama yang direkomendasikan itu, selama ini masih menjadi sebatas informasi.”Akan kami sampaikan nanti,” ujarnya.

Jika memang benar PDIP-PKB mengusung Zaenal Arifin (bupati aktif) dan Edi Cahyono, maka hampir bisa dipastikan nanti akan melawan Zaenal Arifin (Wabup aktif) dan Rohadi Pratoto. Pasangan ini dikabarkan akan diusung oleh Gerindra, Golkar, dan PKS. Untuk diketahui, Edi Cahyono dan Zaenal Arifin (Wabup aktif) merupakan kader PKB Kabupaten Magelang.

Suwarsa pun mengaku, meski kadernya ada di dua kubu, PKB akan tetap solid. Dia siap mengamankan rekomendasi dan memenangkan pertandingan.

“Hak politik masing-masing dan kami hargai sikap politik,” jelas Suwarsa.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Magelang Saryan Adi Yanto belum mengumumkan siapa nama yang direkomendasikan untuk maju dalam pilkada nanti. Pertanyaan terkait tanggapan pilkada yang diajukan ke dirinya, juga tidak direspon.

KPU akan membuka masa pendaftaran khusus bagi pasangan kepala daerah melalui jalur partai politik. Pendaftaran dibuka hanya tiga hari saja. Mulai Senin hingga Rabu (8-10/1). Untuk 8-9 Januari, pendaftaran dibuka dari pukul 08.00 – 16.00.

“Khusus hari terakhir, masa pendaftaran dibuka sampai pukul 24.00,” kata Komisioner KPU Kabupaten Magelang Suviratno.

Partai politik atau gabungan partai politik tingkat kabupaten dapat mendaftarkan bakal pasangan calon dengan syarat khusus. Yaitu, harus memenuhi syarat minimal perolehan kursi minimal 20 persen dari jumlah 50 kursi anggota DPRD Kabupaten Magelang.

Jika sesuai pemilihan umum tahun 2014, minimal memiliki 10 kursi. Atau minimal 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilihan Umum Anggota DPRD Kabupaten Magelang Tahun 2014. Yaitu, 186.691 suara sah. (ady/ila/mg1)