Melihat gaya bermain kolektif yang dimiliki PSIM Jogja, memang cukup sulit menentukan siapa pemain terbaik Mataram Knight dalam mengarungi Liga 2 2017.

Nama-nama seperti kapten Ahmad Taufik, Hendika Arga, Dicky Prayoga, Rangga Muslim dan Krisna Adi secara konsisten dan cukup berkontribusi mebawa PSIM bertahan di Liga 2. Dari pengamatan MainBola, ada satu nama yang cukup menonjol, dialah Dicky.

Ya, Dicky memang baru semusim bergabung setelah perannya di PSS tersingkirkan. Namun, kehadiran Dicky mampu memberi warna tersendiri dalam gaya permainan PSIM Jogja.

Tak butuh waktu lama memang bagi Dicky, untuk bisa tunein dengan gaya bermain yan diterapkan oleh pelatih Erwan Hendarwanto. Itu dibuktikan dengan 6 gol dan lima asisst yang dia sumbangkan bagi tim Parang Biru selama mengarungi Liga 2.

Kerja sama apik bersama Hendika Arga dan Rangga Muslim kala itu memang menjadi pendobrak yang cukup ditakuti oleh barisan pertahana lawan. Bahkan, ketika salah satu elemen dari trisula gelandang serang PSIM Jogja, Rangga hijrah ke Persebaya, Dicky masih bisa menjaga ketajaman lini serang Mataram Knight.

Bersama Arga dan Engkus yang berperan menggantikan peran Rangga, mampu menjaga kekompakkan. “Dengan siapapun bermain saya tetap bisa menyesuaikan,” kata Dicky kepada MainBola.

Apalagi, sambungnya, skema 4-2-3-1 yang kerap diterapkan pelatih, sangat sesuai dengan karakter gaya bermain. Yang membuatnya berbeda,katanya, bermain dengan skuad PSIM Jogja dituntut untuk lebih memiliki kesabaran. Termasuk, harus sering bermain lebih kedalam untuk menjemput bola dan melakukan built up terstruktur untuk melakukan serangan.”Untuk bisa bikin gol memang butuh kesabaran,” jelasnya.

Mendapat predikat pemain terbaik di PSIM Jogja dari MainBola, pemain yang kini tengah menjajakan bisnis perlengakapan olahraga di Malang, Jawa Timur mengaku sangat bangga. “Alhamdullillah bila MainBola melihat saya banyak berkontribusi bagi PSIM,” jelasnya.

Dia pun tak sungkan melemparkan pujian kepada MainBola. Menurutnya, apa yang ditulis oleh MainBola selalu miliki kekhasan dan menarik. “Tulisannya bisa buat kebanggan, karena selalu saya simpan dan juga dipajang di kamar,” ujarnya.

Asisten pelatih Ananto Nurhani mengatakan, Dicky merupakan pemain memiliki skill diatas rata-rata. Dikatakan perannya bersama Arga, cukup vital dalam terciptanya gol-gol bagi PSIM Jogja.”Selain Arga dan Taufik, nama Dicky memang cukup memberi warna dalam permainan kami,” katanya. (bhn/din/mg1)