Kabar mundurnya Baryadi dari kursi manajer PSS tentu mengagetkan banyak pihak. Termasuk pihak direksi PT Putra Sleman Sembada. Mereka mengaku secepatnya akan diadakan rapat membahas kondisi tersebut. Sebab pembentukan tim sudah berjalan dan diharapkan tidak menggangu persiapan tim.”Kami merasa keputusan tersebut sangat mendadak, juga belum terlalu jelas memahami alasan kenapa Pak Baryadi memilih mundur,” ujarHumas PT PSS Sleman Djaka Waluja, kemarin (4/1).

Djaka mengatakan, perkembangan tersebut akan dibawa di forum rapat direksi bersama manajemen tim. Namun pihaknya mengaku, hingga saat ini pihak PT belum bisa menghubungi Baryadi untuk memperjelas kendala yang dihadapi Baryadi.”Kami menduga karena kesibukan beliau di Sumatera yang tidak bisa ditinggalkan. Tapi agar lebih jelas, nanti akan kami rapatkan sekaligus menghubungi Pak Baryadi. Sehingga klir,” imbuhnya.

Disinggung mengenai surat keputusan penunjukan dari PT kepada Baryadi, pihaknya mengakui hingga saat ini belum ada hitam di atas putih. Namun dia membantah jika PT tidak serius menunjuk eks-manajer Sriwijaya FC itu sebagai manajer Super Elang Jawa untuk musim ini. Dia beralasan, surat tersebut sudah dibuat jauh-jauh hari. Bahkan sebelum tim berangkat ke Surabaya.

Namun dia mengatakan, surat tersebut belum diteken warga Pakem Sleman tersebut. Keputusan itu perlu tandatangan antara Dirut PT PSS Soekeno dengan Baryadi. “Surat sudah siap tapi memang kami belum bertemu langsung dengan Pak Baryadi setelah pertandingan di Surabaya,” ujarnya.

Dalam pertemuan antara direksi dan Baryadi pada 27 November di Hotel Rich menurutnya baru membahas pemaparan program kerja manajemen. Termasuk nota kesepahaman kedua pihak. Namun belum sampai pada penandatanganan kontrak. Sebab waktu itu dalam penyusunan kontrak perlu ada beberapa revisi.”Kami sama sekali tidak ada maksud mengulur-ulur tandatangan kontrak. Sebab harus rinci menjelaskan hak, kewajiban dan program manajer selama musim kompetisi 2018,” tuturnya. (riz/din/mg1)