Dengan berat hati, Baryadi memilih mundur dari PSS Sleman. Sesuatu yang patut disesalkan. Sebab Baryadi terkenal sebagai sosok yang totalitas dalam setiap menangani tim. Dia tidak akan setengah-setengah untuk merealisasikan agar tim bisa berprestasi. Sebelum mundur, dia ingin mendatangkan pemain berlabel bintang ke Maguwoharjo International Stadium (MIS).

Namun sepertinya gayung tak bersambut. Baryadi merasa pihak PT PSS belum total dan sungguh-sungguh membawa Super Elang Jawa menjadi tim yang patut untuk naik kasta. Padahal dia berkeinginan membangun tim yang mumpuni meladeni kerasnya liga kasta kedua itu.

“Memang tidak mudah ya. Kalau ingin promosi ke Liga 1 berarti harus membentuk tim yang kuat. Saya ingin tim ini kayak langit yang indah. Indah itu harus ada bintangnya. Saya sudah mengontak Patrich Wanggai, sudah menghubungi Syakir Sulaiman, dan juga Victor Igbonebo. Tapi ketiganya tidak mau ke PSS karena tim ini tidak sanggup membayarnya,” ujar Baryadi kepada wartawan kemarin (3/1).

Tanpa segan dia menyebut ada salah satu anggota di jajaran manajemen yang tidak berani merealisasikan target-target yang diusungnya. Termasuk mendatangkan pemain-pemain bintang.”Ada salah seorang asisten manajer yang saya sodorkan nama-nama pemain bintang itu tidak berani, dia takut dengan pengurus (direksi PT PSS-red). Lha, kan ini lucu, asisten manajer kok takutnya ke pengurus bukan ke manajer,” cetusnya.

Menurut Baryadi niatnya mendatangkan pemain bintang ke PSS bukan sebagai sebuah niat yang berlebihan. Apalagi dengan melihat target tinggi yang diusung PSS dengan promosi ke Liga 1. Tentunya harus bermodalkan pemain kelas satu. Bukan pemain asal-asalan asal comot. Apalagi yang belum jelas kualitasnya.

Selain itu, untuk bisa promosi tentu memerlukan anggaran yang tidak sedikit. Hal itu bisa berkaca dari sukses Persebaya Surabaya dan PSMS Medan yang mampu promosi dengan pemain berkualitas. Karena itu, anggaran Rp 19 M yang diajukannya realistis untuk memastikan target promosi.

“Tapi tidak direspon direksi PT PSS. Padahal ketika pemainbintang itu datang ke PSS pasti saya yakin bisa memunculkan permainan bagus dan menghibur. Banyak mendatangkan penonton ke stadion dan imbasnya pendapatan tim dari penjualan tiket dan sponsor pasti akan meningkat. Lha ini yang kurang dipahami,” tuturnya. (riz/din/mg1)