KULONPROGO – Laguna Pantai Trisik, Galur ditanami seribu batang bibit bakau (mangrove). Kegiatan yang sama dilakukan di Brosot, dan Kretek, Bantul.

Mangrove diharapkan menjadi filter pencemaran lingkungan. Lingkungan di sini tercemar, maka kami tanami 1.000 bakau,” kata Kepala SMK Penerbangan Angkasa Ardhya Garini (AAG) Adisutjipto Jogja Mayor Teknik Nur Haryanto di sela kegiatan kemarin.

Ketua Karang Taruna Mekar Desa Banaran, Kecamatan Galur, Edi Yulianto mengatakan sebelumnya sudah dilakukan penanaman bakau. Yakni saat ada aktivitas budidaya udang dan ikan pada 2013.

Penanaman bakau Pantai Trisik dimotori anak-anak muda setempat. Mereka tergabung dalam karang taruna desa maupun karang taruna dusun.

“Sudah ada beberapa perguruan tinggi, sekolah ataupun instansi yang menanam bakau di Trisik. Termasuk SMK Penerbangan AAG Adisutjipto Jogjakarta,” kata Edi.

Berbagai jenis bakau sempat ditanam di Pantai Trisik. Namun tidak semua bisa bertahan hidup di Trisik yang cenderung panas di siang hari.

“Yang bisa bertahan jenis Rizophora Mucronata. Jenis ini mampu bertahan di air yang bersuhu panas,” ujar Edi. (tom/iwa/mg1)