GUNUNGKIDUL – Bulan ini diprediksi menjadi puncak musim penghujan. Masyarakat diimbau waspada. Hal ini untuk mengantisipasi banjir maupun bencana longsor.

Kasi Kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul Sutaryono mengatakan meski darurat bencana badai siklon cempaka sudah berakhir, potensi bencana lain masih mengancam.

“Berdasarkan pantauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) puncak musim hujan terjadi bulan ini,” kata Sutaryono kemarin (4/1).

Potensi terjadinya bencana ikut tinggi sehingga semua pihak harus waspada. Belajar dari pengalaman bencana 28 November 2017, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi.

“Personel BPBD siaga penuh dan bertatus on call untuk dimobilisasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” ujar Sutaryono.

Relawan bencana disiagakan. Termasuk meningkatkan koordinasi dengan kepolisian, TNI maupun instansi terkait supaya penanganan bisa cepat.

“Masyarakat diimbau melakukan antisipasi bencana mandiri. Pohon maupun ranting hendaknya dipangkas atau dipotong,” ucapnya.

Datangnya badai siklon Cempaka beberapa waktu lalu menjadi warning semua pihak agar waspada. Dia meminta warga peka dan hati-hati.

Ketua DPRD Gunungkidul Suharno mengatakan hendaknya pemkab melakukan evaluasi menyeluruh. “Wilayah kita masuk lokasi rawan bencana sehingga antisipasi wajib dilakukan sejak dini,” kata Suharno.

Politisi PDIP itu melanjutkan, Gunungkidul rawan bencana seperti banjir, longsor, puting beliung dan tsunami. Khusus untuk longsor dan puting beliung setiap tahun dialami.

“Yang tidak kalah penting adalah kesiapan dana penanggulangan bencana ataupun dana bantuan sosial harus bertatus on,” ujarnya. (gun/iwa/mg1)