SLEMAN- Manajer PSS Baryadi membenarkan bahwa dia telah memutuskan untuk mundur dari posisi manajer. Penyebabnya, karena beberapapermintaan yang diajukan mantan manajer Sriwijaya FC itu tidak direspon direksi PT Putra Sleman Sembada. Termasuk SK penunjukan sebagai manajer tim juga tak kunjung diberikan. “Sementara waktu persiapan sudah habis karena ini sudah Januari dan kemungkinan Maret kompetisi Liga 2 sudah bergulir,” ungkap Baryadi saat dikonfirmasi Kamis (4/1).

Menurutnya penunjukan sebagai manajer baru sebatas lisan. Karena itu dia mengaku tidak bisa berbuat banyak untukmempersiapkan tim. Apalagi tiga permintaannya yang diajukan ke direski juga tidak mendapat respons dengan baik. Yakni soal pemindahan mess pemain, lalu soal katering makan untuk pemain dan permintaan kuota dana untuk belanja pemain.

“Ketiganya belum terealisasi tapi saya malah dikejar-kejar untuk tanda tangan kesanggupan menyediakan dana untuk kebutuhan di luar manajemen seperti biaya nonteknis. Kalau soal ini seharusnya tidak perlu-lah dikejar-kejar karena direksi seharusnya sudah paham komitmen saya sejak awal untuk membawa tim ini ke Liga 1. Apalagi saya juga putra daerah,” bebernya.

Terkait keputusan itu, pihaknyapun meminta maaf kepada masyarakat Sleman serta kelompok suporter. Terlebih munculnya nama Baryadi sebagai manajer PSS juga tidak terlepas dari dorongan kuat kelompok suporter runner-up turnamen Indonesia Soccer Championship (ISC) B musim 2016 tersebut.

“Sekali lagi saya minta maaf belum bisa memenuhi keinginan masyarakat Sleman. Sebenarnya PSS tanpa sosok Baryadi sekalipun bisa kok promosi ke Liga 1. Karena memiliki orang-orang yang berkomitmen kuat di jajaran manajemen,” tuturnya.

Asisten Manajer PSS Sleman Sismantoro mengaku belum mengetahui secara resmi soal mundurnya Baryadi. Menurutnya, jika memang Baryadi mundur kemungkinan karena kesibukannya di Palembang. Pria yang juga Kades Candibinangun itu menyerahkan keputusan sepenuhnya pada PT PSS.

“Apakah akan cari penggantinya atau tidak itu sudah ranahnya PT. Sebenarnya tidak mempermasalahkan Baryadi mundur, karena kami tetap fokus ke pembentukan tim saja karena semuanya sudah terjadwal sejak Desember akhir tahun lalu,” jelasnya. (riz/din/mg1)