JOGJA – Produsen sepatu Desle menggelar lomba pembuatan logo dengan hadiah utama sebesar Rp 50 juta. Total hadiah ratusan juta rupiah. Tujuannya untuk mendapatkan logo merk yang bisa disematkan di sepatu. Sekaligus untuk memacu kreativitas masyarakat dibidang desain.

Perusahaan sepatu asal Depok, Sleman DIJ itu ingin mengganti ulang logo. Sebelumnya sudah ada ada sebanyak 250 logo dari peserta, baik perorangan maupun kelompok yang sudah masuk untuk dinilai. “Design re logo ini dalam periode 2017/2018. Dalam waktu tersebut sudah terkumpul 250 design lomba yang kami terima,” kata Haryamto, owner Desle Shoes, Kamis (4/1)

Menurut dia logo-logo yang sudah masuk rata-rata bagus. Tapi tim penilai juga harus memilih logo yang dinilai bagus dan sesuai selera perusahaan. Tim produksi dan tim desain dari perusahaan sepatu yang sudah di kenal secara nasional ini memilih pemenang bukan hanya karena logo sangat bagus secara penilaian umum.
“Yang dipilih adalah logo yang bagus dan ciamik diaplikasikan pada sepatu. Baik sepatu olahraga, sepatu sekolah maupun sepatu kasual,” terangnya.

Marketing Komunikasi Desle Shoes, Rahmat Suhada Fatony menambahkan pembuatan ulang logo perusahaan selain untuk membangun image yang lebih bisa diterima masyarakat, juga untuk meningkatkan produksi dan kualitas.”Pembuatan ulang logo Desle Shoes untuk berbenah diri mulai dari design produk, perbaikan kualitas produk dan lebih mengidentitaskan diri Desle Shoes sebagai karya putra bangsa Indonesia, dan mendunia,” kata dia.

Rahmat menjelaskan, sebagus-bagusnya logo, belum tentu cocok jika diaplikasikan ke sepatu. Namun, logo yang sederhana tetapi bagus, justru bisa diletakkan pada sepatu yang membuat lebih artistik dan mempunyai ciri khas. “Untuk lebih fleksibel diletakkan atau diaplikasikan pada sepatu dengan artikel yang lebih variatif,” kata Rahmat.

Untuk pengumuman pemenang desain logo Desle Shoes pada 11 Januari 2018 mendatang. Sudah dipilih 20 besar yang dipilih oleh pihak perusahaan. Logo yang dikirim ke panitia dengan syarat merupakan karya sendiri dan tidak mencuri atau menjiplak karya orang lain. Jika menjadi pemenang dan di suatu saat ketahuan menjiplak atau meniru karya orang lain, maka akan dibatalkan dan risiko ditanggung peserta.”Yang kami karya orisinil dan khas ,” kata Rahmat. (pra/ong)