JOGJA – Pemerintah provinsi (Pemprov) DIY melalui Dinas Pariwisata menyiapkan berbagai hiburan di pengunjung di akhir tahun kemarin. Salah satunya adalah tari angguk dan kolaborasi bintang pantura, serta musik campursari yang diadakan pada Minggu (31/12). Dinas Pariwisata DIY menyiapkan empat panggung di sepanjang Malioboro.

Tari angguk adalah kesenian khas Kabupaten Kulonprogo yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME setelah panen. Untuk merayakannya para muda-mudi bersuka ria dengan bernyanyi dan menari sambil mengangguk-anggukan kepala. Dari sinilah kemudian lahir satu kesenian yang disebut angguk.

Tarian ini dibawakan oleh 14 orang perempuan dengan menggunakan pakaian ala serdadu Belanda. Kesenian ini dimainkan di panggung di depan Hotel Grand Inna Malioboro.

Ketua Sanggar Seni Sripanglaras Sriwuryati Surajiyo menuturkan, mereka membawakan tiga jenis tarian angguk, yakni jejeran, pagi-pagi, dan saya cari. Setelah itu puncaknya ada mendem atau ndadi.

Kepala Seksi Obyek Daya Tarik Wisata (ODTW) Dispar DIY Wardoyo mengatakan, panggung yang berada di depan Grand Inna Malioboro setiap tahun diperuntukkan bagi kesenian tradisional, dalam hal ini musik, serta tari Angguk, meski bentuknya tari-tarian, tetap diiringi oleh musik tradisional.

Selain itu, pentolan pantura yang diajak manggung adalah Bintang Nada asal Cirebon. Sedangkan campursari diwakili Farel Production.

Dari panggung tersebut dipentaskan lagu-lagu dangdut, seperti Jaran Goyang milik Nella Kharisma dan lagu Sayang yang dipopulerkan Via Vallen.

Wardoyo menyatakan kolaborasi tersebut ditujukan untuk membangun perpaduan budaya sehingga bisa memiliki daya tarik wisata. (*/a1/ila/mg1)