SLEMAN – Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia menargetkan dalam Pemilu 2019 nanti bisa meraup suara minimal sebesar 4,9 persen. Bahkan secara khusus PKP Indonesia meminta wilayah DIJ sebagai basisnya.

“Secara khusus DIJ harus menjadi basis PKP Indonesia karena di sini merupakan awal perjuangan bangsa ini,” ujar Ketua PKP Indonesia AM Hendropriyono dalam konsolidasi dengan para kader di wilayah DIJ Sabtu (30/12). Hal itu juga mengingat Jogja merupakan tempat lahir Hendropriyono.

Mantan komandan pleton Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD itu mengatakan untuk mencapai target tersebut PKP Indonesia sudah memiliki modal berupa suara 0,9 persen pada pemilu sebelumnya. “Jadi tinggal cari empat persen,” ujarnya. Diakui Hendropriyono PKP Indonesia saat ini merupakan partai kecil, tapi dalam waktu dekat akan menjadi besar.

Caranya? Hendropriyono meminta dilakukan dengan menarik hati masyarakat. Mantan Kepala BIN itu mengingatkan kadernya untuk tidak menggunakan isu suku agama ras dan aliran kepercayaan (SARA). Tapi dirinya menganjurkan dengan pendekatan ke lingkungan terdekat tiap kader. “Mulai dari keluarga, rekan atau pacar kita ajak tapi jangan dipaksa,” pesannya.

PKP Indonesia sendiri saat ini dipastikan lolos verifikasi tahap dua dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun untuk bisa berpartisipasi dalam Pemilu 2019, partai tersebut harus lolos verifikasi faktual oleh KPU.

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKP Indonesia DIJ Farid Jayen Soepardjan yang baru saja terpilih Jumat lalu (29/12), juga mengaku siap mengembangkan partai di wilayah DIJ. Untuk program kerja kedepan, Jayen memilih menanti keputusan resmi KPU yang terkait disahkannya PKP Indonesia di pemilu 2019. Tapi Jayen menyebut nafas PKP Indonesia adalahNKRI dan Pancasila. “Ini yang membuat saya begitu yakin jadi ketua di DIJ. Struktur partai sudah sampai tingkat kecamatan dan harapan kami bisa memenuhi target 4,9 persen suara nantinya,” ungkapnya. (pra/ong)