Open House di Gedung Agung, Pesiden Tanyakan Warga Jogja

JOGJA – Bukan Jakarta, tapi Jogjakarta yang dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghabiskan malam pergantian tahun 2017/2018.

Jokowi merayakannya tak hanya bersama keluarga. Siapa pun yang saat itu sedang berada di Kota Jogja pun berkesempatan merayakan malam pergantian tahun bersama presiden. Ya, malam itu Jokowi menggelar open house di Gedung Agung.

Banyaknya tamu Jokowi yang datang dari berbagai daerah membuktikan predikat Jogja sebagai miniatur Indonesia masih layak disandang. Setiap tamu yang hadir tak menyia-nyiakan waktu untuk berfoto bersama mantan wali kota Solo itu. Lebih dari itu, Jokowi mempersilahan tamu-tamunya untuk makan bersama.

Sambil momong cucunya, Jan Enthes, Jomowi yang mengenakan kaus oblong tampak santai saat mengajak warga Jogja dan wisatawan yang melintas di depan Gedung Agung untuk masuk. Syaratnya sangat sederhana. Mereka cukup menyebutkan daerah asal. Itu lantaran Jokowi selalu menanyakan tempat asal para tamunya.
Seperti dituturkan Hafsah, Arin, dan Bunga.

Bisa ketemu dan bersalaman dengan Jokowi menjadi pengalaman tak terlupakan bagi ketiga gadis asal Madiun, Jawa Timur, itu.

SAMBUTAN HANGAT: Jokowi dengan telaten melayani warga yang berkunjung di Gedung Agung Jogja untuk foto bersama. Bahkan anggota Paspampres pun tak luput menjadi juru fotonya. Foto kanan, warga Jogja dan wisatawan yang berkunjung di Malioboro berebut untuk bersalaman dengan Jokowi.(Setyaki/RADAR JOGJA)

“Ndreddek (gemetar, Red), nggak percaya bersalaman dengan Pak Presiden,” ujar Hafsah.
Pengalaman mereka makin luar biasa saat mendapat kesempatan menginap di Gedung Agung. Apalagi mereka niat berlibur di Jogja hanya bermodalkan uang Rp 150 ribu.

Kisah perjalanan Hafsah bersama Arin dan Bunga yang semula hanya disampaikan kepada petugas protokol kepresidenan ternyata sampai juga ke Jokowi. Karena itulah ketiganya mendapat kesempatan langka itu.

Menurut Deputi Bidang Protokol Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Jokowi sendiri yang meminta Kepala Istana Kepresidenan Jogja Saifulah menjemput ketiga gadis tersebut untuk menginap di Gedung Agung.
Selain mereka, sekitar 250 orang lainnya juga berkesempatan masuk ke dalam Gedung Agung.

Jamuan makan malam presiden berlangsung hingga pukul 22.30. Selanjutnya, ditemani putra bungsunya, Kaesang Pangarep, Jokowi menyempatkan diri jalan-jalan di seputaran Titik Nol Kilometer. Lagi-lagi Jokowi dikerubuti wisatawan yang meminta untuk foto bersama.

SAMBUTAN HANGAT: Jokowi dengan telaten melayani warga yang berkunjung di Gedung Agung Jogja untuk foto bersama. Bahkan anggota Paspampres pun tak luput menjadi juru fotonya. Foto kanan, warga Jogja dan wisatawan yang berkunjung di Malioboro berebut untuk bersalaman dengan Jokowi.(Setyaki/RADAR JOGJA)

Dari sekian banyak pengunjung kawasan Malioboro yang ditemui Jokowi, termasuk tamu-tamunya di Gedung Agung, ternyata didominasi warga asal luar Jogjakarta. Hal ini ternyata cukup menggelitik Jokowi hingga dia bertanya kepada Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mendampinginya jalan kaki di seputar kawasan Titik Nol Kilometer. “Pak Jokowi sempat bilang, ‘Saya kok malah belum ketemu orang Jogja. Semua mengatakan dari luar daerah,” kata HP, sapaannya, menyitir pertanyaan Jokowi.

HP pun menjawab bahwa pengunjung yang merayakan malam pergantian tahun di kawasan Malioboro, termasuk Tugu Jogja dan sekitarnya, kebanyakan memang dari luar daerah. Warga Kota Jogja, jelas HP, biasanya membuat acara sendiri di kampung atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

Jawaban HP dibuktikan oleh Jokowi saat berada di Titik Nol Kilometer. “Lho ini semua mengatakan luar kota. Dari tadi malah belum ketemu yang dari Jogja,” ujarnya.

Setelah melayani permintaan foto bareng wisatawan di Titik Nol Kilometer, Jokowi sempat ngobrol dengan HP seputar rencana pembangunan Kota Jogja. Setelah itu presiden kembali ke Gedung Agung hingga tengah malam pergantian tahun baru. (pra/ong)