SLEMAN – Cita-cita Indonesia memiliki mobil nasional akan segera terwujud. Pertengahan tahun ini ditargetkan mobnas yang dinamakan Esemka tersebut akan dirilis untuk dipasarkan kepada masyarakat.

“Paling lambat pertengahan tahun sudah diresmikan. Namanya Esemka, sama dengan inisiatif Presiden Jokowi dulu waktu masih jadi Wali Kota Solo,” kata AM Hendropriyono, yang mengaku mendapat tugas dari Jokowi memproduksi mobnas, kepada wartawan seusai acara konsolidasi internal Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Indonesia DIJ, Sabtu (30/12).

Hendropriyono mengaku hingga saat ini sudah ada pesanan sebanyak 1.000 unit untuk mobnas Esemka tersebut. Menurut dia sesuai dengan harapan Jokowi, mobnas tersebut akan dijual dengan harga yang terjangkau bagi kantong masyarakat Indonesia. Ketika ditanyakan tentang permodalannya, Hendro mengatakan bukan berasal dari pemerintah, tapi dirinya enggan menyebutkan. “Rahasia supaya tidak ketahuan kompetitor,” ujarnya.

Seluruh tahapan produksi dilakukan di dalam negeri mulai dari mesin, interior, hingga eksterior, tanpa keterlibatan pemerintah maupun perusahaan asing. “Modal sendiri, kerja sendiri, mesinnya bikinan sendiri, apalagi karoseri. Tidak ada fasilitas dari negara,” jelasnya.

Hendro menambahkan produksi massal Esemka didasarkan pada keprihatinan masifnya penjajahan asing dalam hal kendaraan. “Dulu kita dijajah satpam, itu VOC, nah sekarang marketing motor dan mobil asing,” ungkapnya. (pra/ong)