SLEMAN – ManagerHumasPT KAIDaop6 JogjakartaEko Budiyanto menyayangkan aksi swa foto sejumlah remaja di Bagelen Purworejo. Terlebih aksi ini dilakukan di pinggir perlintasan kereta api Bagelen. Alhasil salah satu remaja bernama Eny Hayathi tertemper KA Bengawan yang kebetulan melintas.

Meski selamat, kondisi Eny tergolong parah. Dalam kejadian ini, kepala Eny tertemper langsung badan kereta. Peristiwa berlangsung Rabu (6/12), tepatnya pukul 16.15 pada perlintasan KM 494+1.

“Saya juga kaget ternyata aksi remaja saat ini tergolong sangat nekat dan berani. Hanya untuk mendapatkan foto selfie yang bagus sampai tidak memperhitungkan keselamatan dirinya sendiri,” ujarnya, kemarin (7/12).

Dalam foto yang beredar di social media terdapat empat remaja putri. Sosok Eny duduk di barisan paling belakang. Sesaat kemudian KA Bengawan jurusan Purwosari Solo Pasar Senen Jakarta melintas dari timur ke barat.

Dalam foto kedua terlihat remaja yang mengenakan kerudung berwarna coklat terjengkang. Sementara tiga teman didepannya terlihat asik dengan posisi swa foto. Eko menduga remaja putri tersebut terkena efek angin lintasan kereta api.

“Bahayanya disitu kalau kita duduk disamping rel kereta api. Badan terjengkang seperti tertarik ke arah perlintasan kereta api. Dari posisi duduk juga bahaya karena ada beberapa komponen kereta api yang sedikit menonjol kebawah,” jelasnya.

Eko menambahkan kejadian ini sejatinya bukan pertama kali. Beberapa waktu lalu ada sejumlah remaja di Klaten Jawa Tengah yang mengalami nasib serupa. Bahkan ada fenomena lainnya, seperti selfie di kolong jembatan kereta api hingga membuka pintu perlintasan.

Dirinya menegaskan sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, aksi tersebut jelas melanggar. Poinnya adalah setiap orang yang tidak berkepentingan tidak boleh berada di rel kereta api. Sementara pengawasan tidak mudah karena perlintasan sangat panjang.

“UU larangan selfie di rel kereta api belum ada sehingga belum ada sanksinya. Tapi berdasarkan UU yang ada tetap terlarang untuk masuk areal lintasan kereta api. Jangan sampai ditiru oleh remaja lainnya, keren tidak harus menyerempet bahaya,”pesannya. (dwi/ong)