GUNUNGKIDUL – Warga Padukuhan Kebowan Lor, Desa Gombang, Kecamatan Ponjong resah. Gara-garanya, dari pipa tua bekas sumur bor muncul letupan air mendidih.

Salah seorang warga setempat, Karsini mengatakan lokasi rumahnya berada tak jauh dari titik letupan air. Setiap hari dia mendengar suara letupan air dan tidak jarang muncul bunyi gemuruh.

“Dari pipa itu sering keluar suara blutuk-blutuk, kami takut kalau meledak,” kata Karsini, Rabu (6/12/2017).

Diakui, meski muncul gelembung air seperti mendidih, tidak panas ketika disentuh. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan Karsini meminta pihak terkait segera menindaklanjuti fenomena tersebut.

“Ketika disentuh air tidak panas dan tak ada bau menyengat,” ujarnya.

Kaur Perencanaan Desa Gombang Giyarto mengatakan pipa sumur bor dibangun 1985 oleh pemerintah. Namun proyek itu terhenti karena debit air tidak mencukupi kebutuhan warga.

“Namun pasca-banjir, dari dalam pipa tua muncul letupan air dan tidak berhenti sampai hari ini (kemarin),” kata Giyarto.

Kata dia, munculnya letupan air dalam pipa bersamaan dengan peristiwa bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu. Sebanyak 23 rumah di desanya tergenang termasuk sekitar pipa tua.

“Gelembung air dalam pipa baru diketahui pada Kamis 30 November 2017. Air dari dalam pipa tidak pernah surut. Hanya mengeluarkan gelembung-gelembung udara,” ujarnya.

Warna air cokelat, dan tidak mengeluarkan bau dan terasa dingin ketika disentuh. Gelembung air tersebut diduga berasal dari udara bawah tanah yang kemasukan air akibat banjir. (gun/iwa)