PURWOREJO- Sepak terjang Wagiran, pelaku penipuan kendaraan bermotor yang menggasak
17 unit setahun terakhir berakhir. Dia dibekuk jajaran Sat Reskrim Polres Purworejo.

Wagiran alias Tlepong, 44, warga Kampung Baledono Selis RT 3 RW 3 Kelurahan Baledono, Kecamatan Purworejo dibekuk di Karawang akhir bulan lalu. “Dua unit dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara 15 lainnya menunggu pemiliknya,” kata Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi Selasa (5/12/2017).

Pengungkapan kasus ini karena salah satu korban mengaku jika pelaku sempat menyebutkan salah satu nama tetangga yang dikenalnya. Dalam melakukan aksinya, Wagiran bekerja sendirian. Modunya, pelaku berpura-pura akrab dengan calon korbannya.Dalam satu kesempatan, pelaku seolah meminjam kendaraan sebentar namun kenyataannya malah melarikan diri. “Wagiran adalah residivis. Sebab, pernah berurusan dengan kepolisian lima tahun lalu,” kata Kholid.

Atas kejahatannya itu, Wagiran disangkakan melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya 4 tahun
penjara.
Salah satu korban, Subadar, 44, warga Kalitapas Kecamatan Loano mengaku senang kendaraan yang dimilikinya yakni Supra Nopol AA 3772 PCdan hilang sekitar tiga mingguan kembali ke tangannya. Padahal, selama ini kendaraannya cukup vital dalam mendukung pekerjaannya sebagai tukang bangunan.

Subadar menceritakan, suatu ketika pelaku meminta bantuan untuk diantarkan ke Penungkulan, ke rumah istrinya. Tapi ternyata di lokasi itu tidak ada orang. Kemudian dimintamengantar ke Sejiwan (Kecamatan Loano), tempat adiknya. Di sana juga tidak adajuga. Nah, saat dia minta izin mau ke kamar kecil, pelaku mengatakan hendak meminjam kendaraan untuk ke rumah lain yang dimiliki
adiknya.

Subadar sebenarnya menyadari kalau menjadi korban penipuan. Karena pelaku tidak mengarahkan kendaraan ke arah yang ditunjukkan. Seketika itu juga dia langsung menghubungi kepala desa Kalitapas untuk meminta pertolongan.”Saya kemudian melaporkan ke Polsek Loano,” tambah Subadar. (udi/din)