JOGJA – Setelah sebelumnya pelatih Erwan Hendarwanto dan memegang lisensi C AFC, kini giliran asisten pelatih PSIM Jogja musim lalu Ananto Nurhani yang akan meningkatkan kualitas kepelatihan dengan mengikuti kursus kepelatihan lisensi yang sama. Kali ini, lisensi kursus C AFC akan digelar di Jogjakarta pada 18-30 Desember mendatang.

Ananto menyebut mengikuti lisensi kepelatihan sepenuhnya dengan baiya sendiri. Biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti kurus selama 12 hari tersebut Rp 7,5 juta. “Sempat ada obrolan akan dibiayai manajemen,” kata pria akrab disapa Antok kepada Radar Jogja.

Melihat situasi yang ada saat ini, dan peluang yang ada, pelatih yang telah mengantongi lisensi B nasional ini lebih memilih menggunakan uang pribadi untuk mengikuti kursus tersebut. Lagi pula, waktu pelatihan dinilai cukup tepat karena untuk saat ini kompetisi tengah diliburkan.”Ini merupakan peluang meningkatkan ilmu dan skill kepelatihan. Apalagi pelaksanaannya di Jogja,” jelasnya.

Harapannya dengan pengalaman yang didapat, bisa mendongkrak performa tim di musim mendatang. Meski pun belum jelas kapan skuad PSIM Jogja akan dikumpulkan kembali, peluang mendapatkan lisensi C AFC akan menguntungkan PSIM Jogja kedepannya.”Bila musim depan masih dipercaya manajemen, akan ada dua pelatih dengan lisensi C AFC, tentu akan menguntungkan dalam kepelatihan,” jelasnya.

Sementara terkait materi, pelatih yang pernah masuk dalam jajaran tim pelatih Deltras Sidoarjo ini mengaku belum mengetahui secara pasti. “Infonya akan diberikan kurikulum sepak bola Indonesia yang baru,” jelasnya.

Selain Ananto sejumlah nama pelatih asal DIJ juga nengikuti kursus kepelatihan. Mereka yakni, asisten pelatih PSS Sleman Edi Broto, pelatih PSS U18 Lafran Pribadi, mantan pemain PSS Sleman Anang Hadi serta pemain Persiba Bantul, Nopendi. (bhn/din)