JOGJA – Setelah lepas dari pembekuan, PSSI terus menggenjot kualitas sepak bola nasional. Salah satunya dengan memperbanyak kursus pelatih lisensi AFC. Selama 2017, tercatat 11 kali kursus pelatih untuk jenjang A AFC hingga C AFC. Termasuk yang akan digelar pertengahan Desember nanti di DIJ.

Rencananya selama 12 hari dari 18 Desember sampai 30 Desember akan digelar kursus pelatih Lisensi C AFC di Jogjakarta. Tercatat 24 peserta dengan 21 di antaranya berasal dari DIJ. Beberapa di antaranya asisten pelatih PSIM Jogja Ananto Nurhani, mantan asisten pelatih PSS Edi Broto dan pelatih PSS U-18 Lafran Pribadi.

Lalu ada pula mantan pemain Timnas Indonesia seperti Wahyu Tri Nugroho, Nopendi, dan Anang Mar’uf juga ikut terdaftar sebagai peserta. Kemudian tercatat juga mantan pemain PSS Sleman Anang Hadi Saputra.

Ketua panitia kursus kepelatihan dari Asprov PSSI DIJ Herwin Syahrudin mengatakan, kursus pelatih tersebut akan dimentori Emral Abus dan dengan instruktur Sutan Harhara serta asisten Bambang Nurdiansyah.”Tempatnya di LPMP dan Lapangan Raden Ronggo Kalasan, atau kalau memungkinkan di Stadion Mandala Krida. Karena banyak materi praktiknya dengan dua kali ujian,” ungkapnya kepada wartawan di Kantor Asprov PSSI DIJ, kemarin.

Pihaknya mengatakan, selain materi teori dan praktik lapangan, peserta juga akan dibekali dengan materi informasi dan teknologi. Hal tersebut sudah menjadi kebutuhan dan keharusan di era sepak bola modern saat ini. “Peserta diminta membawa laptop, untuk pengenalan IT sehingga nanti bisa mudah jika dituntut untuk paham IT,” tuturnya.

PSSI menurutnya memang mengharapkan bahwa Indonesia bisa mengejar jumlah pelatih berlisensi AFC dengan negara-negara tetangga. Sebab saat ini seperti tercatat di situs PSSI, jumlah pelatih yang mempunyai lisensi AFC baru 264 orang.Dari jumlah tersebut, pelatih dengan lisensi A AFC tidak lebih dari 100 orang. Bandingkan dengan Jepang misalnya yang memiliki 60 ribu pelatih dengan A AFC. (riz/din)