Mentan Dorong Lulusan STPP Tularkan Ilmu kepada Petani

MUNGKID- Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mendorong seluruh mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) se-Indonesia untuk tak sekadar belajar menimba ilmu selama berada di kampus. Lebih dari itu, Amran memotivasi para mahasiswa agar kelak menjadi entrepreneur muda bidang pertanian. Hal ini guna mendukung program pemerintah menuju kedaulatan pangan dan menjadi lumbung pangan dunia 2042. “Semua lulusan STPP adalah generasi muda pertanian berpotensi besar memajukan pertanian,” ujarnya di sela kuliah umum di kantor pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, (30/11).

Sebanyak 288 mahasiswa STPP Magelang Jurluhnak andil dalam kegiatan tersebut. Bahkan, beberapa di antara mereka mampu menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan Amran secara spontan.

Lebih lanjut Amran berharap, setiap lulusan STPP bisa berkiprah langsung di masyarakat. Agar setiap lulusan STPP bisa menyalurkan pengetahuan kepada petani, sekaligus terus berinovasi melahirkan terobosan baru demi kemajuan sektor pertanian.

“Sebagai entrepreneur muda pertanian, seluruh lulusan STPP harus bisa mengubah pola pikir petani menjadi lebih maju dan modern,” tutur Amran dalam kulian umum bertema “Peran Pendidikan Vokasi Pertanian dalam Mendukung Percepatan Regenerasi Petani Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”. Adapun acara tersebut diikuti perwakilan seluruh STPP se-Indonesia. Antara lain, STPP Malang, STPP Bogor, STPP Gowa, STPP Medan, STPP Manokwari, dan STPP Magelang.

Dalam kesempatan itu Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI Momon Rusmono menjelaskan, kuliah umum bertujuan memberikan pembekalan bagi mahasiswa baru STPP Tahun Akademik 2017/2018. Supaya mereka memiliki wawasan pembangunan di bidang pertanian dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan serta kesejahteraan petani.

Menurut Momon, transformasi pendidikan dilakukan BPPSDMP dalam rangka regenerasi petani. Di antaranya, penyiapan naskah akademik alih bentuk STPP menjadi Politeknik, pembukaan 10 program studi baru, dan penajaman serta penyelarasan kurikulum pendidikan tinggi vokasi pertanian untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing. “Hal ini menjadi kesan tersendiri bagi mahasiswa, khususnya STPP Magelang dalam kesiapan menghadapi beberapa perubahan program pendidikan,” tuturnya.(yog)