SEMARAK: Suasana peringatan hari ulang tahun ke-71 Desa Bangunjiwo di Lapangan Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul (3/12). (Zakki Mubarok/Radar Jogja)

BANTUL – Kemeriahan peringatan hari ulang tahun ke-71 Desa Bangunjiwo kemarin (3/12) membuat Direktur Advokasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiyono terperangah. Bagaimana tidak, ribuan warga dari 19 pedukuhan se-Bangunjiwo tumplek-blek di Lapangan Sembungan. Ini merupakan potret karakter bangsa Indonesia yang sesungguhnya.

“Hari ini individu-individu menjadi individu kolektif,” puji Sugiyono saat menyampaikan sosialisasi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Tahun 2017 di sela puncak peringatan kemarin sore.

Pejabat kelahiran Gunungkidul ini juga memperhatikan prosesi upacara peringatan. Upacara dengan inspektur Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih ini dengan menggunakan Bahasa Jawa.

Menurut Sugiyono, praktik upacara dengan menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi Jawa ini jarang ditemui. Karena itu, Sugiyono pun meminta seluruh desa di DIJ bahkan Indonesia belajar bagaimana mempertahankan karakter bangsa Indonesia di Desa Bangunjiwo.

“Bangunjiwo juga penuh dengan prestasi. Salah satunya juara I Posyandu tingkat DIJ,” ucapnya.

Kendati begitu, Sugiyono mengingatkan, agar Desa Bangunjiwo juga menghidupkan kembali berbagai kekayaan macapat. Seperti Maskumambang dan Sinom. Ini untuk mengatasi dampak buruk perkembangan teknologi.

“Mulai remaja hingga orang dewasa terkena degradasi teknologi,” tambahnya.

Halim juga melontarkan pujian serupa. Menurutnya, Desa Bangunjiwo ikut berperan dalam pembangunan Kabupaten Bantul. Seabrek prestasi juga disabet desa berpenduduk sekitar 28.300 jiwa ini. Mulai juara I lomba PHBS tingkat DIJ, juara I lomba Posyandu tingkat DIJ, hingga juara III lomba Kekep Ibu tingkat nasional. (zam)